Apple Simpan Data iCloud di Tiongkok, Pengguna Diminta Hati-Hati

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 25 Feb 2018 12:01 WIB
appleicloud
Apple Simpan Data iCloud di Tiongkok, Pengguna Diminta Hati-Hati
Apple mulai menyimpan akun iCloud dan kunci warga negara Tiongkok di pusat data domestik.

Jakarta: Pemerintah Tiongkok memaksa Apple untuk menyimpan data akun iCloud pengguna asal Tiongkok di data center lokal mulai 28 Februari mendatang. Selain data akun iCloud, Apple juga akan menyimpan kunci cryptography yang dibutuhkan untuk membuka enkripsi akun.

Sebelumnya, baik akun dan kunci disimpan di Amerika Serikat. Artinya, pihak berwenang Tiongkok yang membutuhkan kunci akun iCloud Tiongkok harus melalui sistem hukum Amerika Serikat guna mendapatkan kunci tersebut.

Setelah akun dan kunci tersimpan di Tiongkok pada 28 Februari, pemerintah dan penegak hukum negara Tiongkok akan dapat mengakses data iCloud melalui sistem hukum negara mereka sendiri saat memerlukan informasi terkait pengguna warga negara Tiongkok. Hal ini memudahkan pemerintah Tiongkok untuk mengakses data jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Pada Juni tahun lalu, pemerintah Tiongkok membuat regulasi keamanan siber baru, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyimpan data pengguna lokal di dalam data center dalam negeri yang dioperasikan oleh perusahaan lokal.

Untuk memenuhi hukum di Tiongkok tersebut, Apple membuka pusat data dengan menggandeng perusahaan yang dinaungi Giuzhou, yaitu Cloud Big Data Industry Co Ltd, yang juga bekerja sama dengan pemerintah dan Partai Komunis Tiongkok.

Apple menyebut bahwa persetujuan mereka untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut tidak berarti Tiongkok memiliki akses khusus ke data pengguna. Apple mengaku tetap menyimpan kunci enkripsi meski akun iCloud pengguna Tiongkok akan ada di bawah kendali mitra Apple di negara tersebut.

Pemilik akun iCloud di Tiongkok diminta untuk berhati-hati, sebab pemerintah dan regulator akan dapat menuntut dengan lebih mudah jika menemukan hal mencurigakan dan tidak membutuhkan bantuan pengadilan untuk dapat memperoleh informasi tersebut. Pihak berwenang dengan surat perintah dapat meminta informasi yang tersimpan di akun iCloud mulai akhir bulan ini.

Apple menyebut bahwa 99,9 persen pengguna iCloud di Tiongkok telah menandatangani halaman Terms of Service baru, mengizinkan pusat data baru mengambil alih akun mereka. Hanya pengguna yang memilih Tiongkok sebagai negara tempat tinggal saat mengaktifkan Apple menjadi perangkat yang terdampak dari keputusan Apple ini. Ini tidak akan memengaruhi pengguna di Hong Kong, Macau atau Taiwan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.