Tiongkok Blokir Meme Protes Netizen Soal Masa Jabatan Presiden

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 28 Feb 2018 14:35 WIB
media sosialtiongkok
Tiongkok Blokir Meme Protes Netizen Soal Masa Jabatan Presiden
Presiden Tiongkok sering dikaitkan dengan Winnie the Pooh. (AFP PHOTO / WANG ZHAO)

Jakarta: Tiongkok berencana untuk menghapus batas waktu kepemimpinan dua periode dari seorang presiden. Muncul reaksi negatif dari netizen Tiongkok dalam bentuk, salah satunya, meme. Hal ini mendorong pemerintah untuk memblokir meme yang bernada mengolok-olok pemerintah. 

Komite Sentral Partai telah mengajukan usul untuk mengubah konstitusi, menghilangkan bagian yang menyebutkan bahwa seorang presiden hanya boleh menjabat selama dua era berturut-turut, lapor Xinhua News Agency. Anggota komite akan melakukan pemungutan suara terkait usulan itu pada bulan Maret.

The Verge menyebutkan, sebagai bentuk protes, banyak orang Tiongkok yang menggunakan platform media sosial seperti WeChat dan Weibo untuk mengunggah meme Winnie the Pooh, mengingat beruang tersebut memiliki kemiripan dengan Presiden Xi Jinping.

Selama bertahun-tahun, Pooh memang sering dikaitkan dengan presiden Tiongkok tersebut. Minggu ini, muncul meme yang menunjukkan Pooh dengan sebuah mahkota, duduk di singgasananya dengan setoples madu.
 

Meme dan unggahan di media sosial kemudian dihapus hanya dalam waktu beberapa jam setelah pengumuman Komite. Cepatnya meme beredar tentang usulan Komite itu menunjukkan bahwa masyarakat Tiongkok menentang keras. 

"Raja kita telah mendapatkan Mandat Surga, jadi kita harus berlutut dan menerimanya begitu sja," kata seorang netizen di Weibo, menurut What's oN Weibo, situs berita yang fokus pada media sosial Tiongkok. Selain meme menyindi, ada juga netizen yang menyebutkan bahwa pemerintah Tiongkok mulai meniru tetangga mereka, Korea Utara. 

"Kita mengikuti langkah tetangga kita," kata seorang netizen di Weibo, seperti yang disebutkan oleh Reuters. Unggahan itu dengan cepat dihapuskan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.