Smartfren Pasang Massive MIMO untuk Jaringan Gedung

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 08 Feb 2018 18:52 WIB
telekomunikasismartfren telecom
Smartfren Pasang Massive MIMO untuk Jaringan Gedung
Christian Daigneault (tengah) dan Munir SP (kanan). (Medcom.id)

Jakarta: Smartfren memperkenalkan teknologi jaringan baru yang akan mereka gunakan tahun ini, yaitu Massive MIMO (Multiple-Input Multiple Output). Untuk menerapkan Massive MIMO, Smartfren bekerja sama dengan ZTE. 

CTO Smartfren Telecom, Christian Daigneault menjelaskan, perbedaan antena Massive MIMO dengan antena konvensional adalah Massive MIMO dapat memancarkan lebih dari satu beam.

"Massive MIMO dapat mengeluarkan beberapa beam. Masing-masing akan memancar pada pengguna yang berbeda," kata pria yang akrab dengan panggilan Christian ini. 

Pada akhirnya, penggunaan Massive MIMO akan membuat jaringan Smartfren menjadi lebih stabil dan membuatnya dapat menampung kapasitas yang lebih besar.

Memang, Smartfren berencana untuk menggandakan jumlah pengguna mereka tahun ini. Karena itu, mereka tidak hanya ingin memperluas jangkauan jaringan tapi juga meningkatkan kapasitas jaringan mereka. 


Kumpulan antena Massive MIMO dari ZTE. (Medcom.id)

Tahun ini, Smartfren berencana memasang Massive MIMO pada 200 bangunan di Jakarta. "Biasanya, Massive MIMO dipasang di bangunan tinggi," kata Christian. Jika sebuah gedung tidak memungkinkan untuk dipasangkan perangkat Massive MIMO, maka alat itu bisa dipasangkan pada gedung di depannya. 

Jaringan Smartfren yang telah didukung dengan Massive MIMO akan bisa mencapai kecepatan maksimal hingga 1,2Gbps. Namun, itu bukan kecepatan yang akan didapat pengguna. Semakin banyak pengguna, maka semakin kecil besar kecepatan yang didapat.

Dalam acara yang diadakan di Millenium Hotel, Smartfren juga mengadakan demonstrasi untuk menunjukkan kemampuan dari antena Massive MIMO. 


Kecepatan jaringan Smartfren dengan Maasive MIMO. (Medcom.id)

Ketika Massive MIMO diaktifkan, kecepatan jaringan Smartfren dapat mencapai 30Mbps, sementara jika Massive MIMO dinonaktifkan, maka kecepatan menurun hingga kurang dari 5Mbps. 

Saat ditanya apa keuntungan yang pelanggan dapat dengan penggunaan Massive MIMO, Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project, Smartfren mengatakan bahwa jaringan akan menjadi lebih stabil.

"Sementara kecepatan relatif. Itu bukan ukuran untuk menentukan layanan," kata Munir. "Kecepatan berapa pun kita tidak peduli. Yang penting, ketika memutar YouTube lancar."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.