Pembelajaran Digital Punya Pendiri Apple Bermasalah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 02 Oct 2018 15:15 WIB
apple
Pembelajaran Digital Punya Pendiri Apple Bermasalah
Woz U ternyata memiliki banyak masalah.

Jakarta: Tahun lalu, Steve Wozniak salah satu pendiri Apple membuat universitas digital, yang dinamai Woz U. Namun, tampaknya Woz U memiliki berbagai masalah serius, menurut laporan CBS News.

Para mantan murid dari program tersebut memprotes akan banyaknya kesalahan ketik dalam rencana belajar.

Selain itu, mereka juga mengelukan video pembelajaran yang diklaim live ternyata merupakan video rekaman. Mereka bahkan menemukan konten yang mengandung tautan ke Wikipedia. 

Biaya untuk masuk dalam program ini tidak murah. Untuk bisa ikut serta dalam program yang berlangsung selama 33 minggu itu, Anda harus membayar USD13.200 (Rp199 juta). Orang-orang didorong untuk ikut serta dalam program ini oleh orang yang disebut "konselor pendaftaran" , lapor Business Insider. 

Woz U mulai diadakan pada tahun lalu. Salah satu rencana jangka panjang dari program tersebut adalah membangun 30 sekolah fisik di Amerika Serikat. Alasan dibuatnya Woz U adalah tanpa pelatihan yang tepat, banyak pekerjaan di AS yang akan digantikan oleh robot dan kecerdasan buatan. 

Karena itulah, Woz U akan memberikan pelatihan dengan kurikulum berkualitas di berbagai bidang, seperti pengembangan software, keamanan siber dan sains data, menurut situs Woz U. 

Dalam email kepada Business Insider, Wozniak mengaku bahwa dia tidak memiliki peran besar dalam program pelatihan digital ini. Dia juga mengatakan bahwa dia belum melihat laporan CBS. 

"Saya tidak ikut serta dalam aspek operasi, jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda," kata Wozniak. "Saya tidak tahu tentang aspek-aspek itu. Saya dengar malam kemarin, Woz U telah menjawab sekumpulan pertanyaan dan saya yakin jawabannya akan keluar."

President Woz U, Chris Coleman mengaku bahwa ada kesalahan dalam konten pembelajaran. Dia juga mengatakan bahwa dia telah mengimplementasikan sistem kendali untuk mengetahui tentang kesalahan itu. 

Ketika diluncurkan pada tahun lalu, Woz U berjanji bahwa mereka akan menyediakan pelatihan terkait kemampuan komputer dengan harga yang lebih terjangkau dari universitas yang memakan waktu empat tahun.

Meskipun begitu, mereka enggan untuk menyebutkan ongkos program yang mereka sediakan. Seorang juru bicara mengatakan, biaya yang dibayarkan beragam. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.