Facebook Beritahu Korban Skandal Cambridge Analytica

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 10 Apr 2018 11:07 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Facebook Beritahu Korban Skandal Cambridge Analytica
Facebook akhirnya memberitahukan pengguna yang terpengaruh dalam skandal Cambridge Analytica. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

Jakarta: Facebook mulai memberikan notifikasi pada pengguna yang terpengaruh dalam skandal Cambridge Analytica.

Data dari 87 juta pengguna Facebook didapatkan dan digunakan secara ilegal dalam skandal tersebut. Dan Facebook baru memberitahukan hal ini pada pengguna yang datanya digunakan hampir tiga tahun sejak skandal ini diketahui pada 2015. 

Menurut laporan The Verge, Facebook kini menampilkan sebuah tautan pada bagian atas dari lini masa, mendorong pengguna untuk menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak lagi mereka butuhkan.

Juru bicara Facebook mengonfirmasi bahwa pengguna akan mendapatkan notifikasi dari Facebook mulai hari ini. Jika data Anda didapatkan dan digunakan secara ilegal, Facebook akan memberikan tautan yang menunjukkan bagaimana akun Anda terpengaruh dan menjelaskan bahwa situs yang mungkin digunakan oleh teman Facebook Anda telah mencuri informasi Anda dan memberikannya pada Cambridge Analytica. 

Dalam pesan yang memberitahukan pengguna bahwa data mereka didapatkan oleh Cambridge Analytica, Facebook juga menyebutkan bahwa mereka telah memblokir situs "This Is Your Digital Life".

Seperti yang disebutkan oleh Engadget, selain Cambridge Analytica, Facebook juga telah memblokir AggregateIQ dan CubeYou karena menggunakan taktik serupa.

Media sosial raksasa itu juga telah mengubah sebagian praktek manajemen data mereka dan mengubah peraturan mereka sehingga pengguna dapat memahaminya dengan lebih mudah. 

Pengguna Facebook yang terpengaruh oleh skandal Cambridge Analytica memang sebagian besar warga Amerika Serikat. Namun, ternyata ada satu juta pengguna Indonesia yang terpengaruh. Hal ini mendorong Komisi 1 DPR RI memanggil perwakilan Facebook di Indonesia besok. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.