Pendidikan Masih Jadi Pasar Terbesar Proyektor Epson

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 10 Apr 2018 22:04 WIB
epson
Pendidikan Masih Jadi Pasar Terbesar Proyektor Epson
Epson menyebut ranah pendidikan sebagai pasar terbesar untuk produk proyektornya di Indonesia.

Kuta: Pasar proyektor pada tahun 2018 di dunia dan Indonesia juga diperkirakan akan bertumbuh, salah satunya didorong oleh faktor konsumsi domestik.

Hal ini diyakini Epson mampu membantunya untuk tetap bertahan di industri proyektor, salah satu bidang yang kian diseriusinya saat ini.

Namun, dari sejumlah industri yang menggunakan produknya, tren pasar terbesar diakui Epson masih terletak di ranah pendidikan.

Sebab hingga saat ini, jumlah instansi pendidikan atau sekolah yang telah menggunakan proyektor sebagai alat untuk menyampaikan materi pendidikan masih tergolong sedikit.

"Tren pasar terbesar saat ini masih pendidikan. Total proyektor yang digunakan instansi pendidikan saat ini baru mencapai 30 persen. Dan umumnya siklus pergantian perangkat lama ke perangkat baru di sekolah-sekolah selama empat tahun. Jadi market masih besar," ujar Product Marketing Manager Visual Instrument (VI) Epson Indonesia Zanipar S A Siadari.

Namun, Epson juga menilai sejumlah pasar lain seperti perkantoran, ritel dan pariwisata juga masih menunjukan peluang besar selama tahun 2018 ini.

Peluang di ranah pariwisata juga didukung oleh pertumbuhan di ranah perhotelan sebagai upaya memenuhi target pemerintah untuk mendorong sebanyak 10 juta wisatawan masuk ke Indonesia.

Sementara itu, saat ini Epson tengah menggencarkan kampanye It's in The Details, disebutnya sebagai cermin visi Epson hingga tahun 2025.

Dalam visinya tersebut, Epson menyebut terfokus pada empat area atau disebutnya sebagai core innovation, yaitu Visual, Inkjet, Robotics dan Wearable, area yang gencar dikembangkan Epson selama tiga tahun terakhir.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Epson turut mengumumkan pencapaian kacamata berteknologi Augmented Reality pada segmentasi karyanya, Moverio BT-300. Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2016 dan tersedia di pasar Indonesia pada kuartal pertama 2017 lalu, Moverio BT-300 yang dipasarkan Rp13 juta ini telah terjual sebanyak 30 unit.

Jumlah penjualan perangkat ini dinilai Epson tergolong baik, mengingat perangkat masih menyasar segmen pasar yang tergolong kecil, yaitu penyuka drone.

Selain itu, segmen pasar yang disasar Moverio ini juga tergolong terbatas, sebab perangkat ini merupakan hasil kolaborasi eksklusif Epson dan DJI, sehingga hanya dapat digunakan dengan drone karya perusahaan asal Tiongkok tersebut.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.