Pakai AI, Astronom Temukan 6.000 Kawah Baru di Bulan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 30 Mar 2018 14:20 WIB
antariksakecerdasan buatan
Pakai AI, Astronom Temukan 6.000 Kawah Baru di Bulan
AI bisa temukan 6.000 kawah baru di Bulan. (AFP PHOTO / CHARLY TRIBALLEAU)

Jakarta: Salah satu tantangan dalam astronomi adalah luar angkasa sangat luas, yang berarti dibutuhkan waktu sangat lama untuk bisa meneliti seluruh luar angkasa. Inilah mengapa kecerdasan buatan (AI) memiliki peran penting dalam astronomi. 

Ternyata, teknologi machine vision yang dikembangkan untuk mobil otonom juga bisa digunakan untuk memeriksa data dalam bidang astronomi dalam jumlah besar. Para ahli astronomi mengumumkan bahwa mereka menggunakan AI untuk menemukan 6.000 kawah di permukaan Bulan. 

Seperti yang disebutkan The Verge, menemukan ribuan kawah baru bukanlah penemuan yang signifikan, mengingat Bulan diperkirakan memiliki ratusan ribu kawah karena tabrakan dengan asteroid dan meteor.

Namun, menemukan kawah-kawah tersebut dengan AI, itu adalah penemuan signifikan. Karena hal ini membuktikan bahwa pembelajaran mesin bisa digunakan untuk mengerjakan tugas yang memakan waktu manusia. 

Dengan menggunakan AI untuk menemukan kawah di Bulan, maka peneliti akan memiliki waktu ekstra untuk fokus ke penelitian lain yang lebih menantang. Selain itu, karena kini kita memiliki informasi lebih tentang kawah di Bulan, kita bisa membuat teori yang lebih baik tentang sejarah dan asal muasal tata surya. 

Alat yang digunakan untuk melakukan penelitian ini dikenal dengan nama CNN (Convolutional Neural Network/Jaringan Syaraf Konvolusional). Teknik ini biasanya digunakan untuk menganalisa data visual.

Seperti yang dijelaskan oleh para peneliti dalam sebuah laporan penelitian yang tidak dipublikasikan, mereka melatih jaringan syaraf ini menggunakan kawah di Bulan yang telah diidentifikasi oleh manusia sebelumnya.

Setelah AI mengetahui bentuk kawah, maka ia akan diarahkan ke bagian baru dari Bulan untuk mengidentifikasi kawah yang ada. Di sana, AI menemukan 6.000 kawah baru. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.