Huawei Dorong Operator Kembangkan Jaringan Mobil Otonom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Sep 2018 11:11 WIB
huaweiautonomous
Huawei Dorong Operator Kembangkan Jaringan Mobil Otonom
Ilustrasi. (Phys.org)

Jakarta: Bersama dengan beberapa operator telekomunikasi dunia, Huawei mengumumkan peluncuran proyek NetCity yang bertujuan untuk menentukan skenario bisnis dalam mengembangkan teknologi terbaru, khususnya mobil otonom. 

"Mewujudkan jaringan pendukung mobil otonom merupakan perjalanan panjang. Agar mimpi itu bisa jadi kenyataan, seluruh pelaku industri terkait harus bekerja sama dan bergerak ke depan," kata Direktur Eksekutif dan Presiden Produk dan Solusi Huawei, David Wang dalam Ultra-Broadband Forum (UBBF) di Jenewa, Swiss. 

Wang menjelaskan, operator memiliki peran besar dalam pengembangan industri mobil otonom. Pada saat yang sama, tantangan yang dihadapi oleh operator juga tidak mudah untuk diatasi.

Salah satunya, ketika operator berusaha untuk memperluas jaringan mereka, ini akan membuat biaya operasional naik, melewati pendapatan mereka. 

Industri telekomunikasi memiliki berbagai layanan, mulai dari jaringan mobile, internet untuk rumah hingga layanan untuk bisnis dan perusahaan. Nantinya, sistem jaringan untuk mobil otonom harus akan bisa menyesuaikan diri dengan seknario kompleks dengan berbagai teknologi tersebut. 

"Dalam perjalanan untuk mewujudkan jaringan pendukung mobil otonom, industri telekomunikasi menghadapi berbagai tantangan, termasuk status jaringan yang tidak terlihat serta sistem operasional dan pemeliharaan yang terpisah," kata Wang. 

Menurut Wang, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mengembangkan jaringan pendukung mobil otonom. Pertama, operator harus fokus untuk mengatasi masalah biaya operasional.

Kedua, operator harus memulai dari domain tunggal menjadi multi-domain, single-task lalu menjadi multitasking dan akhirnya membuat sistem tertutup. 

Terakhir, operator harus mengembangkan sistem berdasarkan pengalaman berkendara dan model data top-down


(MMI)

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

1 day Ago

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medc…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.