UrbanAce Jadi Wadah Berikutnya Bisnis Properti Online

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 15 May 2018 15:07 WIB
teknologistartup
UrbanAce Jadi Wadah Berikutnya Bisnis Properti Online
Founder dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan.

Jakarta: Bisnis properti masih akan tetap diminati selama masih adapihak yang membutuhkan tempat tinggal, jadi masih ada banyak peluang yang bisa dilambil dari bisnis ini termasuk oleh startup yang mengandalkan teknologi dalam merintis usahanya.

Startup di bidang bisnis properti Tanah Air sudah cukup banyak. Salah satu yang terbaru yakni UrbanAce mengklaim menjadi yang menyediakan platfrom solusi bisnis properti yang terlengkap. Alasannya, UrbanAce tidak menyediakan platform untuk beli, interior, sewa, dan jual dalam satu aplikasi.

Founder dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan menjelaskan bahwa konsumen tidak hanya bisa membeli dan menjual properti di layanan ini, tapi juga perabotan atau interior karena UrbanAce sudah bermitra dengan desainer interior seperti Fabelio dan Dizen.

Dalam bisnisnya, UrbanAce bermitra para property agent atau yang disebut UrbanAce Ambassador untuk menyediakan properti yang akan dijual dan dibeli.

Mereka menuturkan bahwa kehadiran UrbanAce di dunia properti Indonesia dilatarbelakangi oleh perubahan konsumen, perkembangan era digital dan teknologi.

"Teknologi digital semakin terasa di industri properti dimana dalam hal pengelolaan properti, konsumen lebih memilih proses yang praktis dan cepat, UrbanAce sendiri adalah anggota AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) no : 01.0721 dan telah memperoleh SIUP P4 no : 78. SIUP - P4. 041," tutur Ronny.

UrbanAce juga melihat bahwa peluang bisnis properti akan semakin membaik dan dapat memberikan peluang besar ke property agent untuk membantu konsumen mendapatkan dan mengelola properti sesuai dengan kebutuhan, sekaligus mendapatkan feedback.

UrbanAce juga memiliki UrbanAce Academy yang menawarkan pelatihan khusus bagi para UrbanAce Ambasador.

Di UrbanAce, para UrbanAce Ambasador dinilai bukan hanya dari penjualan yang terjadi (closing deals), namun juga berdasarkan pada proses dan pelayanan yang rajin serta feedback positif dari konsumen yang nantinya diganjar dengan insentif.

"Kami membuat UrbanAce Academy dan memberi penghargaan untuk mereka yang berupaya keras dan memiliki integritas dan sikap yang baik," beber Ronny.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.