Konsep Bandara Pintar Bisa Tingkatkan Keamanan Bandara

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 12 Jul 2018 16:24 WIB
teknologihuawei
Konsep Bandara Pintar Bisa Tingkatkan Keamanan Bandara
Product Manager, Enterprise Group, Huawei Indonesia, Eric Sugiono. (medcom.id)

Jakarta: Transportasi adalah salah satu sektor yang menjadi fokus dari grup enterprise Huawei Indonesia tahun ini. Mereka ingin menawarkan manajemen transportasi berbasis digital. Dalam mengembangkan teknologi untuk smart airport, keamanan menjadi salah satu fokus Huawei.

Dua teknologi yang Huawei tawarkan untuk manajemen bandara adalah video analytic dan pengenalan wajah.

Product Manager, Enterprise Group, Huawei Indonesia, Eric Sugiono menjelaskan, dengan banyaknya kamera CCTV di bandara, mengawasi keseluruhan rekaman kamera adalah hal yang sulit untuk dilakukan oleh manusia.

"Dengan teknologi video analytic, manajemen bandara bisa mendapatkan peringatan sebelum, ketika dan setelah terjadi kejadian," kata pria yang akrab dengan sapaan Eric ini ketika ditemui di Wisma BRI.



Dia menjelaskan, menggunakan teknologi pengenalan wajah, sistem akan bisa membandingkan wajah dari pengunjung bandara dengan database wajah kriminal milik polisi. Ketika sistem menemukan ada kecocokan, maka pihak manajemen bandara akan mendapatkan peringatan.

"Kamera dengan pengenalan wajah biasanya ada di pintu masuk dan keluar dan menggunakan kamera high definition. Sehingga, foto dari orang yang lalu lalang akan tertangkap dengan jelas. Ketika sistem menemukan kecocokan dengan database polisi, maka akan muncul peringatan," katanya.

Sistem masih akan bisa mengenali wajah seseorang bahkan ketika dia menggunakan aksesori seperti kacamata hitam.

Meskipun begitu, dia mengingatkan bahwa pihak manajemen bandara masih harus melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa orang yang memiliki kemiripan dengan foto dalam database kepolisian memang orang tersebut.

Selain itu, pihak manajemen bandara juga bisa menentukan tindakan yang dianggap sebagai anomali. Sehingga ketika ada orang yang melakukan hal itu, sistem akan memberikan peringatan.

Eric mencontohkan, orang yang masuk ke dalam kawasan terlarang dari bandara atau orang yang meninggalkan barang secara sengaja di bandara.

Saat ini, sistem smart airport buatan Huawei ini telah digunakan di bandara di Dubai dan Tiongkok. Namun, di Indonesia, belum ada bandara yang menggunakannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.