Pemerintah Harus Pimpin Transformasi Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Sep 2016 16:34 WIB
teknologi
Pemerintah Harus Pimpin Transformasi Digital
Hubert Yoshida, Vice President, Global Chief Technology Officer, Hitachi Data Systems.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekarang ini, jika sebuah perusahaan tidak ingin mati, mereka harus melakukan transformasi digital.

Hubert Yoshida, Vice President, Global Chief Technology Officer, Hitachi Data Systems menganggap pemerintah merupakan pihak pertama yang harus melakukan transformasi digital. Alasannya adalah karena campur tangan pemerintah diperlukan untuk membangun infrastruktur.

"Indonesia adalah negara yang well-connected," kata pria yang sering disapa Hu ini saat ditemui di Ritz Carlton, Pacific Place, Selasa (6/9/2016). "Masalahnya adalah pada logistik." 

Dia menjelaskan, saat ini, biaya total logistik Indonesia mencapai 28 persen PDB (Produk Domestik Bruto). Hal ini menunjukkan tingginya biaya logistik di Indonesia. Sebagai perbandingan, angka ini hanya mencapai 8 persen di Singapura dan 8-9 persen di Amerika Serikat. 

Hu mengatakan, untuk mengurangi biaya logistik, infrastruktur Indonesia harus lebih efisien. "Harga untuk transportasi dan broadband, semua ini harus efisien. Tanggung jawab akan hal ini jatuh ke tangan pemerintah," kata Hu. Dia optimis bahwa pemerintah sekarang ini mulai peduli dengan infrastruktur, terbukti dari dibangunnya Palapa Ring.

Hal lain yang yang harus diperbaiki, menurut Hu adalah dalam bidang keuangan. Dia menyebutkan, saat ini, lebih dari 50 persen transaksi di Indonesia dilakukan menggunakan uang tunai. Meski sudah ada e-money atau e-payment, tapi belum banyak orang yang menggunakannya.

Faktanya, pengguna kartu kredit di Indonesia pun tidak banyak. Menurut data dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, jumlah kartu kredit yang ada di Indonesia saat ini masih kurang dari 17 juta kartu. 

Menurut Hu, transaksi menggunakan uang tunai akan lebih sulit dihitung karena tidak terdigitalisasi. Hal inilah yang membuat jumlah pajak sulit untuk dihitung. Dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan uang digital, maka transaksi keuangan akan lebih mudah untuk dihitung.

Hu percaya, Indonesia memiliki potensi yang besar, terutama karena 40 persen populasi Indonesia adalah generasi milenial yang tumbuh bersama dengan teknologi


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

2 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /