Oracle Beli Korban Serangan DDoS Bulan Oktober Lalu

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 22 Nov 2016 10:28 WIB
oracle
Oracle Beli Korban Serangan DDoS Bulan Oktober Lalu
Oracle akuisisi Dyn. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / JUSTIN SULLIVAN)

Metrotvnews.com: Oracle mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi Dyn, penyedia DNS (Domain Name System) yang sempat menjadi target penyerangan DDoS pada bulan Oktober lalu. Serangan tersebut membuat beberapa situs terbesar dan terpopuler di dunia tidak bisa diakses.

Oracle berencana untuk menambahkan solusi DNS milik Dyn ke dalam platform komputasi cloud mereka, yang kini juga telah menyediakan berbagai produk IaaS (Infrastructure as a Service) dan PaaS (Platform as a Service) dan bersaing melawan Amazon AWS.

Baik Oracle maupun Dyn tidak menyebutkan nilai akuisisi ini. Dan Primack, mantan senior editor Fortune, memperkirakan bahwa akuisisi ini bernilai lebih dari USD600 juta (Rp8 triliun). TechCrunch mencoba untuk bertanya pada Oracle terkait serangan siber yang dialami Dyn dan apakah perjanjian akuisisi ini telah dimulai sebelum atau sesudah serangan dari Mirai botnet menyerang Dyn. 

"Kami menolak untuk memberi komentar lebih lanjut," kata sang juru bicara. TechCrunch memperkirakan, diskusi akuisisi ini telah berlangsung sebelum Dyn diserang.

Oracle sendiri bukannya tidak pernah menjadi target serangan siber. Pada bulan Agustus misalnya, mereka menemukan bahwa ratusan komputer pada sistem mereka telah berhasil diretas.

Dyn bukanlah penyedia DNS biasa. Ia menyediakan layanan untuk sekitar 3.500 situs pelanggannya. Beberapa pelanggannya antara lain Netflix, Twitter dan CNBC. 

"Oracle telah menawarkan IaaS dan PaaS kelas enterprise untuk bangunan perusahaan dan menjalankan aplikasi internet dan layanan cloud," kata President Product Development, Oracle, Thomas Kurian dalam sebuah pernyataan. "DNS global milik Dyn merupakan bagian penting untuk platform komputasi cloud kami."

Dalam sebuah surat dari Kurian untuk rekan dan pelanggan Oracle, dia sama sekali tidak membahas tentang serangan DDoS yang dialami oleh Dyn, yang terjadi karena Mirai botnet, yang menyebar ke dalam jutaan perangkat IoT (Internet of Things) dan perangkat cerdas lain yang terhubung ke internet.

Kurian justru menekankan bahwa platform Dyn "memonitor, mengendalikan dan mengoptimalkan aplikasi internet dan layanan cloud untuk memberikan akses yang lebih cepat, menurunkan waktu membuka halaman situs dan memberikan kepuasan pelanggan yang lebih baik."

Dia juga menyebutkan, Oracle dan Dyn akan terus beroperasi secara mandiri sebelum perjanjian ini diselesaikan. Dyn akan tetap mempekerjakan karyawannya saat ini dan melayani pelanggannya yang ada dengan produk yang mereka sediakan sekarang.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /