Rusia Ingin Buat Koloni di Bulan

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 18 Oct 2016 10:01 WIB
antariksa
Rusia Ingin Buat Koloni di Bulan
Rusia ingin membuat koloni di bulan

Metrotvnews.com: Sementara NASA dan SpaceX berencana untuk membuat koloni manusia di Mars, Rusia justru ingin membuat koloni di bulan.

Menurut Futurism, agensi luar angkasa Rusia, yaitu Rocosmos, baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk mengirimkan manusia ke bulan antara tahun 2025 dan 2045.

Jika misinya berhasil, Rusia akan tampil sebagai negara kedua yang berhasil mendaratkan manusia di bulan setelah Amerika Serikat melalui misi Apollo 11.

Pendaratan manusia di bulan oleh Rocosmos bukan tanpa tujuan. Agensi luar angkasa Rusia tersebut juga akan melakukan berbagai penelitian dan uji coba di permukaan bulan yang nantinya akan menjadi fondasi pembentukan koloni di bulan.

Rocosmos tidak akan sendirian dalam menjalankan misinya kali ini. Mereka juga dilaporkan akan dibantu oleh lembaga antariksa eropa (ESA).

Saat ini, Rocosmos mengatakan tengah menyiapkan berbagai hal untuk memfasilitasi misi tersebut. Salah satunya adalah pengembangan baju antariksa baru yang diklaim mampu membuat astronot bergerak lebih bebas dan berjalan di atas bulan yang gravitasinya jauh lebih rendah dari Bumi.

Meski demikian, keputusan Rocosmos kali ini juga telah mendapatkan cibiran dari berbagai pihak. Rocosmos dianggap memiliki visi yang "tertinggal" karena NASA dan SpaceX memiliki visi yang lebih jauh, yaitu kolonisasi di Mars.

Kritikan serupa juga dilontarkan oleh Yury Karash, salah stau anggota dari Russian Academy of Cosmonautics, yang mengatakan misi pendaratan di bulan akan menunjukkan keterbelakangan Rusia.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.