Pencipta Ponsel Mewah Vertu Pangkas Jumlah Karyawan

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 30 Jun 2017 16:16 WIB
vertu
Pencipta Ponsel Mewah Vertu Pangkas Jumlah Karyawan
Vertu dilaporkan mengalami keterlambatan dalam membayarkan gaji dan dana pensiun kepada pegawai.

Metrotvnews.com: Vertu dilaporkan tengah mengalami masa sulit akibat lini produksi mengalami kapasitas rendah. Vertu juga dilaporkan juga mengalami keterlambatan dalam membayarkan gaji pegawainya.

Menurut Phone Arena, pengembangan produk barunya merupakan hasil dari perubahan kepemilikan Vertu. Pada bulan Maret lalu, perusahaan ini dimiliki oleh pengusaha asal Turki, yaitu Hakan Uzan.

Uzan mengakuisisi seluruh aset Vertu dari pemilik sebelumnya, yaitu manager perusahaan pendanaan asal Hong Kong, Gary Chen. Uzan dilaporkan melakuan penipuan, sebab Chen mengklaim belum menerima dana sebesar USD61 juta (Rp813,3 miliar) sesuai kesepakatan pembelian.

Chen menyebut, satu-satunya yang dilihat dari tim Uzan hanyalah screenshot dari transfer bank. Sementara itu, pengacara Uzan mengklaim bahwa perubahan kepemilikan tersebut mengejutkan mereka sebab menemukan banyak pemasok yang belum dibayarkan selama satu setengah tahun.

Menurut sumber The Telegraph, Vertu memiliki hutang kepada Microsoft dan Qualcomm. Microsoft dan Qualcomm dilaporkan akan mulai menagih hutang tersebut dan diperkirakan akan menyebabkan kebangkutan pada Vertu.

Namun korban sesungguhnya dari permasalahan tersebut adalah pegawai Vertu. Dalam surat pemberitahuan formal terakhir, pegawai mengungkap kekhawatiran terkait dengan gaji mereka.

Pegawai menyebut gaji mereka belum dibayar oleh Vertu pada hari Selasa lalu, sedangkan pengacara Uzan mengklaim pembayaran gaji seharusnya dilaksanakan pada hari Jumat ini.

Selain itu, dana pensiun yang berjumlah sebesar ratusan ribu poundsterling juga menjadi permasalahan. Dana pensiun tersebut dikeluhkan belum dibayarkan kepada pendanaan pensiunan Vertu sejak bulan Februari lalu.

Kedua sisi tersebut kini mengancam untuk menuntut kepada satu sama lain. Chen dilaporkan akan menuntut Uzan akibat tidak membayarkan saham perusahaan, sementara Uzan mengklaim timnya akan melayangkan tuntutan di pengadilan Tiongkok dengan alasan Chen telah menyalahi hukum dari penggunaan aset perusahaan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.