Imagine Cup 2017

Begini Cara Kerja HOAX Analyzer Karya Tim CIMOL

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 25 Jul 2017 01:29 WIB
microsoftimagine cup
Begini Cara Kerja HOAX Analyzer Karya Tim CIMOL
Tim CIMOL sedang presentasi kepada wartawan asing dalam Imagine Cup 2017 World Finals.

Metrotvnews.com, Seattle: Tim CIMOL adalah wakil Indonesia dalam ajang Imagine Cup 2017 World Finals di Seattle, Amerika Serikat. Mereka ikut bertanding dalam kompetisi ini dengan aplikasi berbasis web HOAX Analyzer.

Mungkin terdengar sebagai situs biasa yang memeriksa kebenaran satu berita atau informasi lainnya dengan mengacu kepada beberapa referensi. Namun, terdapat mekanisme tersembunyi yang sesungguhnya membuat situs ini sangat menjanjikan.

Di balik situsnya yang sederhana, HOAX Analyzer menggunakan machine learning dan kecerdasan buatan. Ketika pengguna memakai situs ini untuk memeriksa referensi satu sumber berita, kecerdasan buatan yang ditanam akan mempelajari berbagai pola yang ada, mulai dari tagar, kata kunci, sampai situs yang biasa menampilkan berita terkait. 

HOAX Analyzer kemudian akan mempelajari kata kunci yang sering muncul, dan membaginya ke dalam beberapa kategori. Referensi sebagai pembanding juga diambil dari Wikipedia atau sumber lainnya, seperti media online. Dari sini, akan muncul hasil analisis. Klasifikasi yang dilakukan bakal digabung dengan hasil analisis tersebut, sehingga nantinya muncul persentase terhadap tingkat hoax satu berita. 



Semakin banyak HOAX Analyzer digunakan, maka semakin baik pula tingkat akurasi ketika memastikan apakah satu berita palsu atau tidak. Penerapan pembelajaran mesin ini memanfaatkan beberapa layanan Microsoft, seperti Azure Cognitive Service dan mesin pencari Bing. Azure Cognitive Service memungkinkan penerapan pembelajaran mesin, yang akan meningkatkan kemampuan HOAX Analyzer ketika semakin sering digunakan.

"Namun, tetap harus ada manusia yang mengawasi perkembangannya," kata anggota CIMOL, Feryandi Nurdiyantoro kepada Metrotvnews.com di Seattle, Senin (24/72017). Ia mengatakan, pengawasan oleh manusia tetap harus ada demi memastikan akurasi pemeriksaan tetap sesuai pada jalurnya.

Selain tulisan, HOAX Analyzer juga bisa mengidentifikasi gambar atau tautan secara langsung. Namun, harus ada tulisan di dalam gambar itu, sementara untuk tautan tidak semuanya bisa ditelusuri. "Tergantung situsnya, ada beberapa halaman yang tidak memungkinkan kita untuk mengambil teks yang ada," lanjut Feryandi.

Tidak hanya menggunakan kecerdasan buatan, HOAX Analyzer juga mendapatkan kontribusi dari penggunanya dalam menentukan sumber referensi. Masih dalam tahap pengembangan, masukan dari pengguna saat ini bersifat anonim, atau siapapun bisa memberikan kontribusinya.


(MMI)

Video /