Kominfo Bakal Panggil Penyelenggara OTT Bahas Pencegahan Konten Radikalisme

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 17 Jul 2017 20:36 WIB
kominfoaplikasitelegram
Kominfo Bakal Panggil Penyelenggara OTT Bahas Pencegahan Konten Radikalisme
Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan. MTVN/DANU

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Komunimasi dan Informatika memblokir aplikasi pengirim Telegram. Alasannya adalah karena aplikasi itu sering digunakan oleh anggota grup radikalisme dan teroris untuk berkomunikasi.

Atas peristiwa tersebut, pemerintah juga akan memanggil berbagai penyedia layanan OTT untuk membahas maslaah konten radikal dan terorisme. Pihak yang akan dipanggil di antaranya adalah Facebook, Twitter, Google, dan penyelenggara layanan pengirim pesan lainnya.

"Minggu depan kita akan panggil mereka untuk membahas masalah ini. Kita berharap semuanya bisa bekerjasama agar bisa menanggulangi konten terorisme," ujar Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan dalam konferensi pers hari ini di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Pemerintah dalam hal ini Kominfo tidak akan menggunakan prosedur seperti negara lain yang meminta akses khusus (backdoor) ke dalam aplikasi sehingga bisa memantau penggunanya secara langsung. Semuel mengatakan pemerintah akan menggunakan pendekatan berupa kerjasama khusus, salah satunya adalah meminta penyelenggara untuk mengontrol konten yang ada di layanannya.

Hingga saat ini, versi web Telegram sudah tidak bisa diakses menggunakan berbagai ISP. Hanya saja, aplikasi mobile-nya masih bisa digunakan. Pihak Telegram juga dikatakan sudah mulai menjalin komunikasi dengan pemerintah, bahkan telah membentuk tim moderasi khusus untuk mengontrol konten di Indonesia.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.