Ancaman WhatsApp Atas Snapchat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Nov 2018 10:26 WIB
whatsappsnapchat
Ancaman WhatsApp Atas Snapchat
Snapchat kemungkinan akan fokus pada fitur messaging. (Photo by Robyn BECK / AFP)

Jakarta: WhatsApp pernah memperlambat pertumbuhan Snapchat. WhatsApp Status, tiruan dari Snapchat Stories, kini memiliki 450 juta pengguna aktif harian.

Sebagai perbandingan, Snapchat hanya memiliki pengguna 188 juta. Padahal, Snapchat Stories memiliki berbagai fitur, seperti filter augmented reality, animasi GIF, atau avatar diri Bitmoji.

Ketika fitur serupa Snapchat Stories dikembangkan dan ditanamkan ke WhatsApp, yang memiliki banyak pengguna di negara-negara yang tidak terlalu mengenal Snapchat, Snapchat kehilangan pengguna harian pada Q2 dan Q3 2018, lapor TechCrunch. Karena itulah, ketika WhatsApp tidak meniru fitur Snapchat lain, ini aneh.

Popularitas Snapchat Stories membuktikan bahwa ada orang yang senang dengan pesan yang bisa menghilang setelah beberapa waktu.

Karena, ketika pesan yang telah dikirim terhapus setelah beberapa waktu, ini membebaskan para pengguna untuk mengekspresikan diri. Mereka bisa menunjukkan sisi lain mereka, yang lebih konyol dan lebih ekspresif.

Konsep pesan yang bisa menghilang ini sangat menarik bagi remaja, yang tidak suka dengan linimasa Facebook yang sangat permanen. Dengan Snapchat, mereka tidak perlu khawatir hal lama yang Anda unggah beberapa waktu lalu kembali muncul untuk mempermalukan mereka.

Anehnya, WhatsApp tidak meniru fitur ephemeral dari Snapchat. Saat ini, WhatsApp hanya membiarkan pengguna untuk mengirim pesan, foto, dan video permanen. Memang, WhatsApp menyediakan fitur Unsend.

Sayangnya, fitur ini memiliki batasan waktu satu jam. Ini jauh dari konsep yang ditawarkan oleh Snapchat, yang akan menghapus semua pesan kecuali jika Anda menyimpannya.

Instagram sukses memberikan jalan tengah. Anda bisa mengirimkan pesan dan foto baik secara permanen atau pesan yang menghilang dengan sendirinya. Secara otomatis, pesan yang dikirim melalui Instagram bersifat permanen. Namun, Anda bisa menghapus pesan lama.

Ketika Instagram menambahkan pesan ephemeral pada April 2017, mereka mendapatkan pertumbuhan pengguna hingga menjadi lebih dari 375 pengguna aktif bulanan. WhatsApp bisa membuat fitur ini dengan mudah. Misalnya, dengan menambahkan opsi timer sehingga foto atau video akan secara otomatis terhapus setelah beberapa waktu.

Menurut laporan Cheddar, CEO Snap, Evan Spiegel mengatakan bahwa chat pribadi dengan teman terdekat adalah keunggulan dari aplikasi buatannya. Sayangnya, pertumbuhan Snapchat terhambat oleh keputusan mereka untuk melakukan perombakan desain. Dia menganggap, Snapchat adalah cara tercepat untuk berkomunikasi.

Namun,pembicaraan yang bisa terhapus dengan sendirinya justru bisa menyebabkan kekacauan. Dan mengingat fitur Snapchat Stories telah ditiru, kemungkinan besar, mereka akan fokus pada fitur messaging mereka.

Dengan Project Mushroom, perombakan teknis Snapchat agar aplikasi ini bisa lebih menarik pengguna di negara berkembang, Snapchat berubah menjadi semakin menyerupai WhatsApp.

Kecuali jika WhatsApp bisa mengadopsi fitur Snapchat terlebih dulu. Spiegel membuktikan bahwa banyak orang yang senang dengan pesan yang bisa menghilang dengan sendirinya. Para konsumen tidak akan peduli aplikasi apa yang hadir dengan fitur ini terlebih dulu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.