Symantec: Serangan Siber Semakin Sulit Ditelusuri

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 22 Oct 2018 15:25 WIB
symanteccyber security
Symantec: Serangan Siber Semakin Sulit Ditelusuri
Ilustrasi.

Jakarta: Seiring teknologi digital yang semakin diadalkan untuk beragam kebutuhan maka serangan siber semakin marak terjadi.

Pada akhirnya pertanyaan yang terlontar saat mendengar kasus ini adalah "Siapa pelaku di balik serangan tersebut?" Pertanyaan sederhana tapi sulit dijawab.

Hal ini diakui oleh perusahaan keamanan siber Symantec sebagai bentuk tantangan baru dalam menganalisis serangan siber. Kesulitan ini tetap dapat dijawab dengan penelusuran dan identifikasi atribusi atau pola dari serangan.

Pihak Symantec menyatakan bahwa idetifikasi terhadap atribusi serangan siber bukan ilmu pasti. Para peneliti keamanan biasanya mengelompokkan beberapa insiden serangan dan mencoba menghubungkannya dengan kelompok penyerang.

Kelompok penyerang ini bisa diidentifikasi berdasarkan kemiripan sidik jari digital, seperti kesamaan kode, alat, dan infrastruktur yang dipakai. Namun, cara ini semakin sulit dilakukan karena penyerang biasanya mengguynakan taktik memanfaatkan tools di dalam perangkat yang ditarget untuk mengambil alih kendali.

Ada juga metode klasik yang digunakan para penyerang dengan memasukkan tanda-tanda palsu, meliputi penyesatan, penyamaran, dan petunjuk-petunjuk palsu yang dirancang untuk menutupi identitasnya.

Meksipun begitu menurut Symantec atribusi tetap menjadi bagian penting dalam
menganalisis serangan.

Setelah mengaitkan aktivitas serangan siber ke grup tertentu maka Symantec mulai melihat pola perilaku yang memungkinkan mereka memahami motivasi penyerang, profil target, dan aset yang mereka kejar.

Bagi Symantec tetapp saja ada batasan sejauh mana mereka bisa menelusurinya misalnya organisasi apa yang melakukannya atau siapa yang mendanai aktivitas serangan siber tersebut. Hal tersebut bukan fokus Symantec, namun dalam langkah penelusurannya, Symantec menggandeng badan intelijen negara.

Kerja sama ini yang membuat Symantec mengklaim memiliki visibilitas lanskap ancaman serangan siber yang luas, dan mampu melakukan penulusuran mendalam saat terjadi serangan siber sehingga diperolah jawaban dan solusi tuntas atas serangan tersebut.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.