Kurang dari 100 Hari, Tesla Selesaikan Sistem Baterai Terbesar Dunia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 24 Nov 2017 11:34 WIB
tesla
Kurang dari 100 Hari, Tesla Selesaikan Sistem Baterai Terbesar Dunia
Tesla sukses memenangkan taruhannya. (Bloomberg via Getty Images)

Jakarta: Tesla berhasil menyelesaikan proyek sistem baterai Powerpack sebesar 100MW di Autralia Selatan dalam waktu 100 hari, seperti yang CEO Elon Musk janjikan.

Itu artinya, Tesla memenangkan "taruhan" dan tidak harus membayar biaya keseluruhan proyek, yang diperkirakan memakan biaya sebesar USD50 juta (Rp675 miliar). Satu hal yang lebih penting, itu artinya sekitar 30 ribu rumah di Australia Selatan akan memiliki sumber listrik cadangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Untuk menyelesaikan proyek ini dalam waktu dekat membutuhkan kerja keras," kata Menteri Utama Australia Selatan, Jay Weatherill dalam sebuah pernyataan resmi. "Baterai lithium ion terbesar di dunia akan menjadi bagian penting dalam sumber daya listrik kami."

Engadget melaporkan, Musk sempat menjadi bahan pembicaraan ketika dia menjanjikan akan membangun sistem listrik cadangan berbasis Powerpack dalam waktu 100 hari. Ketika itu, dia berjanji jika Tesla gagal menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu yang telah ditentukan, maka pihak Autralia Selatan tidak perlu membayar ongkos proyek sepeser pun.



Musk berkata, hitungan mundur akan dimulai ketika kontrak ditandatangani. Pada saat itu, tanggal 29 September, Tesla sebenarnya telah menyelesaikan setengah dari proyek ini. Namun, Tesla berhasil menyelesaikan proyek tersebut 45 hari lebih cepat dari yang dijanjikan. Jika Anda tidak menghitung akhir pekan, maka Tesla sebenarnya memang menyelesaikan proyek cadangan listrik ini 99 hari setelah Musk menyatakan janjinya.

Langkah berikutnya adalah menguji sistem Powerpack, yang didesain untuk memberikan listrik cadangan pada sekitar 30 ribu rumah -- jumlah rumah yang mengalami mati listrik pada September tahun lalu.

Para kritikus energi angin dan tenaga surya menyebutkan kedua sumber tenaga itu tidak bisa dipercaya, berbeda dengan nuklir atau batu bara. Alasannya, angin terkadang tidak bertiup dan matahari tak bersinar. 

Dengan adanya sistem baterai lithium cadangan yang dibuat oleh Tesla, energi ekstra yang dihasilkan ketika pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya produktif bisa disimpan dan digunakan ketika kedua pembangkit listrik itu sedang tidak produktif karena cuaca yang tak mendukung.

Tesla biasanya menjual sistem Powerwall untuk pengguna rumahan. Namun, Powerpack ditujukan untuk perusahaan dan penyedia listrik. 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /