Para Pengiklan YouTube Tarik Kembali Iklannya, Ada Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 27 Nov 2017 11:37 WIB
youtube
Para Pengiklan YouTube Tarik Kembali Iklannya, Ada Apa?
Beberapa perusahaan memutuskan untuk berhenti beriklan di YouTube. (Jaap Arriens/NurPhoto via Getty Images)

Jakarta: YouTube kembali menghadapi masalah dengan para pengiklan.

HP, perusahaan permen raksasa Mars dan beberapa merek ternama lainnya memutuskan untuk berhenti memasang iklan di situs streaming video tersebut setelah BuzzFeed dan Times melaporkan iklan-iklan mereka tampil di video eksploitasi anak atau video yang penuh dengan komentar pedofil. 

Dalam beberapa kasus, seperti Mars, perusahaan mengklaim bahwa mereka tidak akan kembali beriklan di YouTube sampai mereka menyediakan "sistem pengamanan yang pantas".

YouTube telah menghapus video-video eksploitasi anak dan menghilangkan iklan dari beberapa video lainnya. Kepada Reuters, juru bicara YouTube berkata bahwa mereka sedang "bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini".

YouTube juga menekankan bahwa mereka juga telah menghapus video-video yang mungkin "menimbulkan kekhawatiran" meski konten mereka tidak ilegal. Namun, YouTube tampaknya terlalu lambat dalam mengambil keputusan, membuat para pengiklan tidak tenang.

Para pengiklan ini akhirnya memutuskan untuk menarik kembali iklannya karena tidak ingin iklannya tampil di sebelah video atau komentar yang tidak pantas. 

Sama seperti masalah terkait video ekstremisme dan ujaran kebencian, para pengiklan memutuskan berhenti memasang iklan di YouTube karena YouTube memakan waktu terlalu lama dalam merespons masalah yang ada.

Masalah ini juga membuktikan bahwa sistem penyaringan berbasis algoritma, laporan pengguna dan laporan pihak berwajib yang YouTube gunakan masih tidak cukup untuk memastikan tidak ada konten ilegal yang muncul di platform video tersebut. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.