Qualcomm Tuntut Apple, Ingin Larang Penjualan iPhone X

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:50 WIB
applequalcomm
Qualcomm Tuntut Apple, Ingin Larang Penjualan iPhone X
Qualcomm ingin Apple dilarang menjual iPhone X. (AFP PHOTO / Josh Edelson)

Jakarta: Pertarungan legal antara Qualcomm dan Apple masih terus berlanjut. Pada hari yang sama Apple menuntut Qualcomm, perusahaan pembuat chip itu juga menuntut Apple. 

Kali ini, Qualcomm menuduh bahwa Apple telah melanggar 16 paten Qualcomm pada iPhone 7, 8 dan X dan juga varian Plus. Banyak dari paten-paten yang disebutkan oleh Qualcomm mencakup daya baterai, tapi ada juga paten yang fokus pada teknologi lain pada smartphone.

Dalam satu kasus, Qualcomm berkata, Apple menggantungkan diri pada teknologi paten Qualcomm untuk membuat Portrait Mode pada iPhone. 

Menurut laporan The Verge, Qualcomm tidak menyebutkan denda yang mereka inginkan pada tuntutannya. Selain denda, Qualcomm juga meminta Apple berhenti menggunakan teknologi yang mereka klaim telah mereka patenkan.

Qualcomm bahkan meminta Komisi Dagang Internasional Amerika Serikat (ITC) untuk melarang impor iPhone X yang menggunakan modem dari pesaingnya, Intel, menurut laporan The San Diego Union-Tribune. Pelarangan impor ini sama saja melarang Apple menjual iPhone buatannya.

Qualcomm juga mengklaim bahwa mereka memiliki paten yang mencakup antarmuka pada iPhone X, juga teknologi lain yang pertama kali dikembangkan oleh Palm.

"Segala sesuatu yang diciptakan oleh Palm -- yang dimiliki oleh Qualcomm -- telah membuat perangkat mobile menjadi jauh lebih berguna dan meningkatkan pengalaman penggunaan dan semua teknologi itu bisa ditemukan pada produk Apple tanpa lisensi atau izin," tulis Qualcomm dalam tuntutanya. 

Sebelum ini, Qualcomm telah memasukkan berbagai tuntutan serupa pada Apple. Pada bulan Juli, Qualcomm juga meminta agar Apple dilarang menjual iPhone. Melalui tuntutan kali ini, Qualcomm juga akan menyertakan pelarangan penjualan iPhone X, yang belum dirilis ketika pertarungan legal dengan Apple dimulai. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.