Ini 2 Alasan Lahirnya Transportasi Online di Jakarta

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 01 Nov 2017 16:04 WIB
uber
Ini 2 Alasan Lahirnya Transportasi Online di Jakarta
Konferensi per Uber di Jakarta, Rabu (1/11/2017)

Metrotvnews.com, Jakarta: Layanan ridesharing di Indonesia usianya memamg masih terbilang baru. Kehadirannya juga masih mengundang opini positif negatif. Padahal, keberadaannya juga tidak terlepas dari kondisi perkotaan di Indonesia.

Lewat acara yang digelar oleh Uber di Djakarta Theatre Thamrin, Jakarta Pusat, dipaparkan bahwa eksistensi layanan ridesharing tidak terlepas dari kondisi kota di Indonesia, terutama Jakarta, akan solusi dan manfaat yang dihadirkan oleh layanan tersebut.

"Layanan kami hadir di Indonesia bukan hanya karena untuk berbisnis atau Indonesia belum digarap oleh layanan ridesharing. Melainkan karena kondisi kota di Indonesia khususnya Jakarta yang tingkat kemacetannya semakin parah. Bahkan, 5 tahun ke depan atau beberapa tahun ke depan, jalanan di Jakarta terancam tidak bisa bergerak sama sekali," tutur John Colombo, Head of Public Policy and Government Affairs Indonesia.

Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti transportasi yang sedang berjalan dan disempurnakan membuat bantuan layanan ridesharing mampu menjembatani layanan transportasi yang belum tersedia di Jakarta. Layanan ridesharing bisa menjadi penghubung antara beberapa jenis layanan transportasi yang ada.

"Dari survei yang kami lakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2017 terhadap 9.000 responden di 9 kota besar se-Asia yaitu Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, Manila, Hong Kong, Taipei, Hanoi, Ho Chi Minh dan Bangkok. Layanan ridesharing adalah solusi untuk membantu memecahkan kemacetan," tutur John.

Rata-rata warga di seantero Asia-Pasifik terjebak kemacetan selama 52 menit setiap hari, dan menghabiskan 26 menit untuk mencari lahan parkir. Dalam setahun, waktu yang dihabiskan tersenut setara dengan 19 hari.

Kondisi di Jakarta bahkan lebih buruk lagi. Pengemudi mobil di Jakarta membuang waktu rata-rata selama 68 menit setiap harinya karena kemacetan dan mencari tempat parkir selama 30 menit. Jika digabungkan keduanya setara dengan menghabiskan waktu 22 hari per tahun.

Oleh sebab itu, bagi John, kehadiran layanan ridesharing tidak bisa ditolak lagi. Kondisi kemacetan dan problem infrastruktur transportasi yang belum sempurna menjadikan solusi yang dihadirkan layanan ridesharing sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya di kota atau negara berkembang.


(MMI)