CEO Blibli.com Akui Produk dalam Negeri yang Dijual Masih Sedikit

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 02 Feb 2018 13:36 WIB
e-commerce
CEO Blibli.com Akui Produk dalam Negeri yang Dijual Masih Sedikit
CEO Blibli.com Kusuma Martanto

Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com Kusumo Martanto mengakui mayoritas produk yang dijual layanannya merupakan barang-barang impor. Produk dalam negeri yang dijual dilaman tersebut masih sedikit.

Dari 2,5 juta macam produk yang dijual, hanya sekitar 50 sampai 100 ribu produk yang berasal dari produsen lokal. Selebihnya merupakan produk luar negeri.

"Dari 2,5 juta (produk), produsen lokal itu hanya 50-100 ribu. Masih kecil," kata Kusumo di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018.

Kusumo menyebutkan, ada beberapa permasalahan yang membuat produk usaha kecil mikro (UKM) sulit dipasarkan. Pertama, UKM terkendala permodalan dan bahan baku. Butuh permodalan yang cukup besar untuk menjaga konsistensi produk jika terjual dalam jumlah yang besar.

"Karena mereka (UKM) dari rumah. Kalau 100 persenan masih oke, kalau sudah 1.000 ini yang sulit. Mau nambah karyawan itu bingung bayarnya," ungkap dia.

Lalu kedua, permasalahan yang dihadapi UKM adalah mengenai pengemasan barang (packaging). UKM sering kali menilai pengemasan bukan menjadi hal utama. Bahkan, terkadang dinilai buang-uang ongkos. Padahal hal tersebut menjadi daya tarik utama.

"Banyak mindset dari UKM kalau packaging itu hanya cost. Kalau lihat di bandara dan di mall itu keliatannya bagus, tapi belum tentu barangnya enak. Itu bagaimana stakeholder memberi pengertian bahwa packaging itu sesuatu yang menarik," jelas dia.

Untuk meningkatkan produk dalam negeri atau UKM dalam lamannya, Kusumo melanjutkan, Blibli.com sudah melakukan rekrutmen ke daerah-daerah dan membuat perlombaan agar produsen lokal berkompetisi.

"Jadi kami banyak sekali melakukan rekrutmen, banyak ke daerah untuk mengajarkan bagaimana UKM bisa online. Kami sampai membuat perlombaan, dan mengajak produsen lokal agar bisa berkompetisi," pungkas dia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.