YouTube Hapus Lebih dari 150 Ribu Video, Kenapa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 29 Nov 2017 13:03 WIB
youtube
YouTube Hapus Lebih dari 150 Ribu Video, Kenapa?
YouTube sedang berusaha untuk membersihkan platformnya dari video tak ramah anak. (AFP PHOTO / LIONEL BONAVENTURE)

Jakarta: YouTube mencoba membuat layanan miliknya lebih ramah anak. Situs video milik Google itu mendapatkan kecaman setelah ditemukan beberapa video dengan komentar tak pantas yang ditujukan pada anak.

YouTube kemudian menghapus ratusan akun dan lebih dari 150 ribu video minggu ini, ujar juru bicara YouTube. Selain itu, YouTube juga menonaktifkan seksi komentar pada lebih dari 625 ribu video yang diduga menjadi target predator anak. 

Keputusan ini YouTube ambil setelah bebera pengiklan memutuskan untuk menarik iklannya karena kontroversi ini, termasuk Adidas dan Deutsche Bank. Sayangnya, representatif dari kedua merek itu enggan untuk berkomentar, seperti yang disebutkan oleh CNET.

Sebelum ini, YouTube juga telah mendapatkan kritik karena YouTube Kids -- yang ditujukan untuk anak -- tidak dapat mengenali dan menghapuskan video yang menampilkan gambar-gambar tidak pantas pada anak, seperti Mickey Mouse yang berlumuran darah. 

Kemarin, YouTube juga berkata mereka telah mencabut iklan pada hampir 2 juta video dan lebih dari 50 ribu channel yang berusaha untuk tampil ramah anak tapi memiliki konten tidak pantas.

Minggu lalu, YouTube menetapkan beberapa peraturan baru untuk membuat platform mereka menjadi lebih aman untuk anak.

Salah satunya adalah penggunaan pembelajaran mesin dan alat-alat terotomatisasi untuk mengidentifikasi video tak pantas. Selain itu, YouTube juga menggandakan jumlah orang yang mengawasi konten dalam platform mereka. 

Ini bukan pertama kalinya YouTube mengalami masalah dengan para pengiklannya. Sebelum ini, beberapa pengiklan juga memutuskan untuk berhenti beriklan karena iklan mereka tampil dalam video yang mempromosikan kebencian dan pandangan ekstrem.

Dalam laporan keuangan bulan lalu, CFO YouTube Ruth Porat berkata bahwa para pengiklan yang melakukan boikot telah kembali beriklan di platform mereka.  


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.