NASA Gelar Simulasi Bencana Asteroid, Ada Apa?

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 17 Nov 2016 12:10 WIB
antariksanasa
NASA Gelar Simulasi Bencana Asteroid, Ada Apa?
NASA sedang lakukan simulasi bencana asteroid

Metrotvnews.com: Film mengenai Bumi yang terancam oleh tabrakan dengan meteor raksasa, seperti Armageddon atau Deep Impact, memang sudah sering ditayangkan. Dan hal tersebut mungkin benar-benar akan terjadi di Bumi.

Menurut Science Alert, itulah mengapa NASA selalu melakukan observasi pada objek-objek luar angkasa yang paling dekat dengan Bumi. Belum lama ini, NASA juga melakukan simulasi tentang bagaimana jika asteroid menabrak Bumi.

Simulasi yang sudah dilakukan tiga kali ini melibatkan agensi pemerintahan Amerika Serikat lainnya, termasuk Federal Emergency Management Agency (FEMA), departemen energi, hingga angkatan udara AS. Simulasi ini merupakan latihan bagi pemerintah AS untuk menghadapi situasi darurat berupa tabrakan dengan asteroid.

"Latihan ini sangat penting mengingat tabrakan dengan asteroid sangat berbeda dengan bencana alam lainnya. Itulah mengapa kami perlu bekerja sama dengan agensi lain, termasuk FEMA," ujar NASA Planetary Defence Officer, Lindley Johnson.

Meski bencana alam berupa tabrakan dengan asteorid memiliki kesempatan kecil untuk terjadi, tapi ancamannya sangat nyata. Salah satu divisi NASA, Centre for Near-Earth Object Studies (CNEOS) mengatakan ada sekitar setidaknya 659 objek terdekat yang memiliki kemungkinan untuk bertabrakan dengan Bumi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.


    
Tidak hanya itu, CNEOS juga baru-baru ini menemukan sebuah asteroid yang memiliki kemungkinan untuk bertabrakan dengan Bumi dalam empat tahun ke depan. Meski kemungkinan tabrakannya hanya 2 persen, tapi NASA tetap menganggapnya sebagai ancaman yang serius.

Asteroid yang ditemukan oleh CNEOS kali ini diperkirakan memiliki ukuran sekitar 100 - 250 meter. Jika benar asteroid ini akan bertabrakan dengan Bumi pada tahun 2020 mendatang, dampaknya akan cukup besar bagi Bumi karena ia bisa saja jatuh di tempat dengan populasi padat.

NASA mengatakan, jika dalam tiga bulan pengamatan terhadap asteroid tersebut masih sama, kemungkinannya untuk bertabrakan dengan Bumi akan naik menjadi 65 persen. Sementara jika pada bulan Mei 2017 mendatang hasil pengamatannya masih juga tetap sama, kemungkinan tabrakan dengan Bumi menjadi 100 persen.

NASA juga sudah memiliki berbagai skenario jika asteroid tersebut terbukti akan menabrak Bumi. Salah satu skenarionya mirip dengan cerita dalam film Armageddon, yaitu mengirimkan tim untuk meledakkan asteroid tersebut dan membuatnya keluar jalur sehingga tidak jadi bertabrakan dengan Bumi.

Jika asteroid tersebut menghantam Bumi, ia akan mempengaruhi area dengan radius 50 kilometer. Asteroid ini bisa saja jatuh di laut seperti Samudera Pasifik dan akan menimbulkan gelombang tsunami di pantai sekitarnya. Namun tinggi gelombangnya diperkirakan tidak akan lebih dari 1 meter.


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /