Gadget Masih Jadi Perangkat Paling Aman

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 15 Nov 2016 15:24 WIB
cyber security
Gadget Masih Jadi Perangkat Paling Aman
Perangkat mobile masih memungkinkan untuk ditembus keamanannya

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu permasalahan utama di perangkat mobile adalah keamanan. Dengan semakin banyaknya penggunaan perangkat mobile, keamanan data dan privasi merupakan salah satu yang menjadi perhatian publik.

Menurut VP Product Management, Avast Mobile Enterprise, Sinan Eren, perangkat mobile saat ini masih sulit untuk ditembus keamanannya. 

"Bukan berarti perangkat mobile dipastikan aman dari serangan," kata Eren dalam keterangan resminya. 

Kenyataan bahwa perangkat mobile lebih aman dari PC desktop atau laptop memang masih terjadi saat ini. Perangkat mobile bisa menjadi lebih aman berkat berbagai lapisan keamanan yang ditanam di dalamnya.

Salah satu sistem yang banyak diadopsi adalah sandboxing, yaitu memungkinkan sistem inti berjalan terpisah dengan sistem yang menampilkan antarmuka kepada pengguna.

Sandboxing memungkinkan isolasi penuh pada sistem inti, sehingga meski ada hacker yang bisa menyusup melalui malware, sistem inti tetap aman dari kendali hacker tersebut.

Selain sandboxing, teknik enkripsi yang smeakin kuat juga menyulitkan hacker untuk membobol sistem operasi perangkat mobile. Namun, bukan berarti kedua sistem tersebut membuat perangkat mobile Anda 100 persen aman.

Saat ini hacker juga semakin cerdik dalam melakukan operasi jahatnya. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan pengguna untuk menyusup ke dalam perangkat mobile dan menanamkan backdoor.

Sistem backdoor tersebut memungkinkan hacker untuk menyisipkan berbagai program berbahaya, seperti malware tanpa diketahui pengguna. Bahkan hacker bisa melakukan kendali terhadap smartphone dari jarak jauh.

Tentu saja pelaku industri smartphone tidak tinggal diam. Perusahaan teknologi seperti Qualcomm juga ikut memperhatikan masalah keamanan di perangkat mobile. Mereka memperkenalkan Qualcomm Snapdragon Smart Protect, yaitu sistem keamanan terintegrasi yang memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai program berbahaya. 

Eren menuturkan langkah perusahaan teknologi sekarang sudah tepat untuk memerangi para hacker yang semakin cerdik. Sayangnya, melihat pola serangan yang semakin sulit dideteksi, pengguna perangkat mobile juga hendaknya ikut waspada terhadap kemanan perangkat yang dimilikinya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.