Transformasi Digital Penuh Risiko, Tapi Harus Diambil

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 09 May 2018 13:30 WIB
sapcorporatetransformasi digital
Transformasi Digital Penuh Risiko, Tapi Harus Diambil
Ilustrasi: transformasi digital

Jakarta: Meskipun menghasilkan potensi yang besar, digitalisasi dalam bisnis sebenarnya dinilai berisiko.

Usaha yang dilakukan perusahaan dalam membawa karyawannya menghadapi transformasi digital tidak selalu mulus, terlepas dari sektor bisnis yang dilakoni. Hal ini diakui SVP Global Head of SAP Leonardo Services Maggie Buggie.

“Saya terus terang saja, digital adalah sebuah bisnis yang berisiko. Namun, banyak sekali peluang yang ada di dalamnya. Memang tidak gampang membawa perusahaan menghadapi transformasi digital. Bukan pekerjaan semalam langsung selesai,” katanya saat menjadi pembicara dalam peresmian kantor SAP Leonardo Center.

Maggie mengatakan bahwa transformasi digital adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Penerapannya bisa dimulai dari aspek paling kecil.

Contohnya adalah pengelolaan absensi manajemen internal, yang kemudian ketika berbuah hasil akan berdampak pada aspek perusahaan lainnya. Begitu seterusnya sampai transformasi digital berhasil.

“Pada akhirnya, semuanya untuk pelanggan. Pasti ada beberapa kesalahan dalam transformasi digital. Namun, itulah gunanya.” Ia menyebut bahwa kesalahan itu seperti uji coba yang pada akhirnya meningkatkan performa perusahaan.

Kesalahan yang perlu ada agar mereka mendapatkan pengalaman. Dari situ, terciptalah sistem, layanan, dan interaksi yang tepat untuk konsumen.

Kesalahan yang disebutkan merupakan hall umrah karena transformasi digital mengubah gaya kerja perusahaan. Di sisi lain, hal itu bisa mengurangi kesalahan berikutnya yang cukup fatal, seperti kesalahan produksi manufaktur.

Perusahaan bisa menemukan letak kesalahan prosesor produksi lebih akurat. “Cacat produksi akan hilang, perusahaan akan semakin percaya diri, dan konsumen akan semakin senang.”

Salah satu pendukung utama perusahaan dalam transformasi digital adalah investasi. “Itu adalah hal yang mutlak, walaupun bentuknya tidak selalu uang,” kata Maggie.

Perusahaan diminta melakukan penyesuaian saat berinvestasi ke berbagai hal, yang berujung pada optimalisasi karyawan menggaet pelanggan, dan memberikan pelanggan dengan peralatan yang telah mengadopsi teknologi yang tepat. Tujuannya agar mereka lebih menikmati layanan perusahaan.

“Contohnya adalah saat seseorang punya mobil mewah, tetapi dia tidak tahu kemampuan dan kelebihannya, selain desain yang keren,” katanya.

Produsen mobil tersebut bisa menyediakan aplikasi yang menampilkan data lengkap mobil itu, seperti nomor mesin, tahun produksi, dan fitur eksklusif yang ada di dashboard mobil. “Dampaknya, persepsi orang terhadap merek tersebut akan meningkat.”


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.