Seru, Google Maps Hadirkan Augmented Reality

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 09 May 2018 17:21 WIB
google
Seru, Google Maps Hadirkan Augmented Reality
Presentasi Google mengenaik fitur augmented reality di Google Maps.

Jakarta: Dalam rangkaian acara developer Google I/O yang dibuka kemarin di California, Amerika Serikat, Google memamerkan deretan inovasi teknologi terbarunya, yaitu menghadirkan panduan di Google Maps berbasis teknologi augmented reality.

Bagi Anda yang masih bingung, teknologi augmented reality (AR) sama seperti yang dihadirkan dalam game Pokémon GO. Hal yang serupa juga diterapkan di inovasi Google kali ini.

Fitur untuk pengguna yang berjalan kaki akan menampilkan sebuah tanda arah serta animasi berupa seekor rubah yang menuntuh perjalanan Anda. Tentu saja fitur ini mengandalkan kamera belakang smartphone untuk tetap menyala dan diarahkan ke jalan di depan.

Tidak heran apabila saat dalam presentasinya Vice President of Product for AR and VR Google Aparna Chennapragada menuturkan bahwa fitur ini masih untuk panduan bagi pejalan kaki saja demi alasan keselamatan.

Fitur ini belum akan hadir dalam waktu dekat karena butuh pengembangan lebih jauh. Meskipun begitu, Google tampaknya sudah mampu menangkap pengembangan augmented reality untuk kebutuhan sehari-hari.

Teknologi yang mereka beri nama sebagai Visual Positioning System (VPS) ini juga mampu menanpilkan informasi di layar smartphone saat mode augmented reality di Google Maps tadi diarahkan ke deretan gedung-gedung yang ada di jalan.

Contohnya, Anda bisa mengetahui nama restoran-restoran serta rating layanannya berdasarkan basis data Google Maps saat kamera smartphone di arahkan deretan bangunan restoran.

Artinya teknologi augmented reallity bukan hanya teknologi berbasis visual tapi juga memiliki kecerdasan layaknya mesin pencari Google yang bisa memprediksi apa yang kita ingin ketahui.

Beberapa tahun lalu, augmented reality sebetulnya sudah sempat dibayangkan dan ingin diwujudkan oleh Google, salah satunya lewat kacamata pintar Google Glass.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.