Pelajar Jepang Kenang Tragedi Hiroshima Pakai VR

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 06 Aug 2018 16:32 WIB
teknologi
Pelajar Jepang Kenang Tragedi Hiroshima Pakai VR
Pelajar sekolah teknik di Fukuyama, Jepang, menguji coba konten VR yang mereka ciptakan. (Haruka Nuga/AP)

Jakarta: Pelajar di Jepang memiliki cara menarik untuk mengenang peristiwa mengerikan bom atom Hiroshima sebagai sebuah pelajaran sejarah, dengan menghidupkan kembali lewat teknologi VR (virtual relaity).

Dikutip dari AP, beberapa pelajar sekolah teknik Fukuyama, Jepang, mengembangkan sebuah konten VR yang menampilkan kondisi kota Hiroshima sebelum peristiwa bom atom dan sesudah bom atom diajtuhkan.

"Sekali Anda melihat gambar di dalamnya, tanpa panduan bahasa atau percakapan sama sekali, Anda bisa merasakan apa maksud yang ingin disampaikan dari konten ini," ungkap salah satu tim proyek VR tersebut bernama Mei Okada.

Konten VR yang mereka ciptakan mencoba menyajikan pelajaran betapa mengerikan peristiwa tersebut dan agar setiap penggunanya sadar bahwa peristiwa tersebut tidak boleh terulang lagi.



Para pelajar melakukan rekonstruksi kota Hiroshima yang berjarak 100 m dari kota Fukuyama. Mereka membangkitkan lokasi serta pemandangan kota Hiroshima di tanggal 6 Agustus 1945 sesaat sebelum bom atom dijatuhkan pesawat pasukan Amerika Serikat hingga bom jatuh.

Yuhi Nakagawa, pelajar sekaligus tim di proyek tersebut menuturkan bahwa dirinya mengumpulkan data berupa beragam foto dan dokumen serta deskripsi dari penduduk setempat yang pernah tinggal di kota Hiroshima, termasuk keturunan dari saksi peristiwa tersebut.


"Ketika saya menciptakan kembali gedung-gedung di dalam konten VR bagian sebelum bom atom dijatuhkan dan kemudian membandingkannya dengan kondisi setelah ledakan bom saya merasakan betapa mengerikan dampak yang dihadirkan bom atom," tuturnya.

Dijelaskan bahwa di dalam konten VR yang mereka buat penggunanya bisa merasakan kota Hiroshima dengan pemandangan yang lengkap persis sebelum ledakan.

Pengguna juga bisa masuk ke beberapa bangunan yang kini menjadi saksi sejarah peristiwa tersebut di dalam konten VR tadi.

Kemudian pengguna akan diberikan tayangan seperti berada di dalam peristiwa jatuhnya bom atom yang kemudian meratakan kota Hiroshima. Disebutkan bahwa konten VR ini disajikan dengan durasi lima menit dan menghadirkan deskripsi yang hampir detil dan sesuai aslinya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.