Batalkan Ponsel Kedua, Essential akan Dijual?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 26 May 2018 10:02 WIB
androidsmartphone
Batalkan Ponsel Kedua, Essential akan Dijual?
Essential Phone yang diluncurkan tahun lalu.

Jakarta: Essential tengah mempertimbangkan menjual perusahaannya. Startup itu didirikan oleh kreator Android, Andy Rubin. Tahun lalu, mereka meluncurkan Essential Phone, yang diberitakan dengan cukup ramai. Namun, kini Essential tengah dipertimbangkan untuk dijual. 

Startup tersebut telah meminta Credit Suisse Group AG memberikan saran terkait potensi pembeli dan mendapatkan setidaknya satu perusahaan yang tertarik untuk membeli, ujar para narasumber. Essential kini secara aktif menawarkan perusahaan ke pihak-pihak yang tertarik membeli. 

Startup yang merupakan bagian dari inkubator Playground Global milik Rubin berhasil mendapatkan sekitar USD300 juta dari beberapa investor, termasuk Amazon, Tencent dan Redpoint Ventures. Tahun lalu, startup itu memiliki valuasi sekitar USD900 juta sampai USD1 miliar, menurut analisis dari Equidate. 

Essential juga dikabarkan membatalkan rencana mereka untuk membuat ponsel kedua. Menariknya, startup tersebut dilaporkan masih memiliki rencana untuk membuat produk baru di masa depan. 

Para teknisi perusahaan kini dialihkan untuk mengembangkan produk smart home, yang rencananya akan diluncurkan pada tahun depan. Seperti yang disebutkan The Verge, produk ini mungkin adalah produk yang disebutkan akan menjadi pesaing Echo, yang diumumkan oleh Essential tahun lalu.

Essential dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk tetap bertahan di industri smartphone. Namun, mereka tidak akan mendesain ponsel mereka sendiri. Sebagai gantinya, Essential disebutkan akan mengontrak Foxconn untuk bertanggung jawab atas sebagian besar proses pengembangan ponsel. 

Meski diskusi tentang penjualan Essential baru memasuki tahap awal, juru bicara Essential telah mengonfirmasi bahwa ponsel kedua mereka akan dibatalkan. 

"Kami selalu punya beberapa produk dalam tahap pengembangan pada saat yang sama dan kami mendukung pembatalan sebagian produk itu untuk fokus pada produk yang kami pikir akan disambut dengan hangat oleh masyarakat," kata juru bicara Essential.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.