Begini Konsep iPhone Berlekuk

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 07 Apr 2018 10:32 WIB
apple
Begini Konsep iPhone Berlekuk
Desain bernama Martin Hajek menampilkan hasil rancangan prediksinya untuk iPhone terbaru,

Jakarta: Awal minggu ini, laporan yang beredar menyebut bahwa Apple tengah mengembangkan pengendali tanpa sentuhan untuk disematkan pada iPhone generasi terbaru, serta layar OLED atau microLED tipe baru dengan desain berlekuk di arah dalam dan dari atas ke bawah.

Dengan informasi ini, desainer Martin Hajek memutuskan untuk merancang tampilan iPhone masa depan yang mengusung layar tersebut.

Hasil gambar Hajek tersebut dinilai menarik dan cukup unik, mengingatkan pada Nokia 8100 atau dikenal masyarakat sebagai ponsel banana.

Hajek merancang iPhone berbentuk melengkung dengan bekal panel depan alumunium yang dapat digeser ke arah bawah, menyembunyikan layar kedua yang ditujukan untuk keyboard sentuh. Ponsel ini juga mengusung dua logo Apple, satu di bagian belakang dan satu di panel alumunium.

Untuk mengembangkan panel MicroLED, Apple menggandeng Taiwan Seminconductor Manufacturing Company (TSMC).

Apple dan TSMC bekerja sama memproduksi panel microLED berukuran kecil untuk Apple Watch dan produk terkait Augmented Reality (AR).

Sementara itu, sejumlah pemilik iPhone mengeluhkan keagresifan Apple dalam menawarkan layanan pembayaran via smartphone karyanya, Apple Pay. Hal ini dilaporkan menyebabkan salah satu pengguna iPhone 6 berencana untuk menukar ponselnya dengan Google Pixel.

Sebelumnya, Apple mencoba menyetarakan fitur pada aplikasi Apple Music versi Android dengan aplikasi versi iOS melalui update yang digulirkannya. Update ini diklaim Apple menawarkan pengalaman menikmati video musik baru, dengan memungkinkan pengguna untuk menemukan video musik baru dan populer di tab Browse.

Apple juga berupaya memperbaiki kemampuan Siri dengan menggandeng mantan mantan Head of Search and Artificial Intelligence Google, John Giannandrea yang bergabung ke Apple setelah mengumumkan pengunduran diri dari Google.

Giannandrea adalah seorang ahli pembelajaran mesin (machine learning) yang bergabung dengan Google pada 2010. Giannandrea akan mengepalai "strategi pembelajaran mesin dan AI" dan akan langsung bertanggung jawab pada CEO Tim Cook. 


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.