Batal Akuisisi, Saham Twitter Makin Turun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 07 Oct 2016 08:21 WIB
twitter
Batal Akuisisi, Saham Twitter Makin Turun
Saham Twitter turun begitu kabar Google, Apple dan Disney batal akuisisi. (AFP PHOTO / LEON NEAL)

Metrotvnews.com: Selama beberapa minggu belakangan, Twitter menjadi bahan perbincangan banyak orang karena muncul rumor yang menyebutkan bahwa Google, Salesforce, Disney dan Apple tertarik untuk membeli media sosial yang sedang menghadapi masalah keuangan tersebut.

Sekarang, 3 dari 4 perusahaan teknologi raksasa itu telah memutuskan untuk tidak membeli Twitter, menurut laporan Recode. Twitter kini harus mencari solusi masalah mereka sendiri. Seperti yang disebutkan oleh CNET, saham Twitter naik ketika rumor bahwa Twitter akan diakuisisi oleh Google, Apple dan Disney. Namun, dengan cepat saham Twitter turun kemarin hingga hampir 20 persen.

Google, Apple dan Disney tidak menjawab permintaan untuk berkomentar.

Kabar bahwa Disney tertarik untuk membeli Twitter muncul minggu lalu. Beberapa pengamat industri merasa akuisisi Twitter oleh Disney cukup masuk akal karrena CEO Disney Bob Iger cukup dekat dengan CEO Twitter Jack Dorsey, yang merupakan anggota dewan Disney.

Selain itu, Disney juga tertarik untuk menemukan jalur distribusi konten digital yang baru, mengingat para pelanggan TV kabel mereka mulai menurun. Namun, tampaknya Disney akhirnya memutuskan untuk tidak mengakuisisi Twitter.

Dengan mundurnya Google, Disney dan Apple, hal ini berarti, satu-satunya perusahaan yang masih tertarik membeli Twitter adalah Salesforce, sebuah perusahaan komputasi cloud yang bermarkas di San Francisco. Baik juru bicara Twitter maupun Salesforce menolak untuk berkomentar.

Twitter kesulitan untuk menumbuhkan penggunanya, bahkan setelah mereka menambahkan berbagai fitur baru seperti live stream, debat politik dan pertandingan olahraga. Perusahaan media sosial tersebut tidak dapat mengikuti pertumbuhan tinggi media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram dan Snapchat.

Twitter berharap, masalah akuisisi ini sudah dapat diselesaikan pada tanggal 27 Oktober, ketika mereka meluncurkan hasil keuangan mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.