Kritik untuk Nadiem dan Go-Jek Si Karya Anak Bangsa (India)

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 21 Apr 2016 22:51 WIB
gojek
Kritik untuk Nadiem dan Go-Jek Si Karya Anak Bangsa (India)
CEO dan Founder Go-Jek, Nadiem Makarim.

Metrotvnews.com, Jakarta: CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, mengajak para pengendara GrabBike dan UberMOTOR untuk bergabung dengan keluarga besar Go-Jek. Hal ini disampaikan oleh Nadiem melalui sebuah video yang diunggah ke YouTube.

"Sebagai pemain nomor satu di apliksi transportasi dan logistik, Go-Jek ingin membanggakan Indonesia. Sesuai dengan prinsip ini, kami baru saja meluncurkan program Kembali ke Merah Putih," kata Nadiem dalam video yang dapat Anda lihat di bawah ini.

Pada dasarnya, melalui program Kembali ke Merah Putih ini, Go-Jek menjamin bahwa para pengendara GrabBike dan UberMOTOR yang ingin bergabung dengan Go-Jek akan langsung diterima. Nadiem juga menyebutkan berbagai keuntungan yang akan didapatkan oleh para pengendara jika mereka pindah ke Go-Jek.

"Saat ini, dengan tarif gross 2.500 per km. Bonus harian sampai dengan Rp100 ribu dan puluhan ribu order Go-Food dan Go-Mart, kami jadi opsi terbaik untuk driver kendaraan roda dua," kata Nadiem. Dia juga menjanjikan bahwa para pengendara yang hendak pindah ke Go-Jek dapat membawa seragam dan smartphone mereka dan menukar seragam mereka dengan seragam Go-Jek secara gratis.

"Kami harap yang pindah ke Go-Jek punya jiwa nasionalisme yang kuat," kata Nadiem. "Apa pun keputusan Anda, Anda sudah menjadi pahlawan di jalanan Jakarta. Jangan lupakan itu. Namun, jika Anda ingin membela negara, memiliki semangat 45 yang ingin berkobar, bergabunglah dengan karya anak bangsa."

Nadiem memang berkebangsaan Indonesia. Dia merupakan alumnus Harvard Business School dan pernah bekerja di beberapa perusahaan sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan Go-Jek di bulan Maret 2011. 

Meskipun Nadiem selalu membanggakan Go-Jek sebagai "karya anak bangsa", namun, faktanya, Go-Jek beroperasi dengan dana dari perusahaan asing. Menurut Tech in Asia, salah satu perusahaan yang mendukung Go-Jek adalah NSI Ventures, sebuah perusahaan investor yang bermarkas di Singapura. Perusahaan lain yang mendukung Go-Jek adalah Sequoia, yang merupakan perusahaan ventura asal AS. 

Di bulan Februari lalu, Deal Street Asia juga melaporkan bahwa Go-Jek telah mengakuisisi dua startup asal India, C42 Engineering dan CodeIgnition. Dilaporkan, tujuan Go-Jek adalah untuk membuat pusat pengembangan di India. Setelah pusat pengembangan ini jadi, Go-Jek berencana untuk merekrut lebih dari 100 orang teknisi senior dari India dalam waktu 6 bulan.

"Sejak peluncurannya di Januari 2015, aplikasi mobile Go-Jek telah diunduh sebanyak 11 juta kali. Hal ini membuat kami menjadi perusahan internet konsumen di Indonesia dalam hal total transaksi, besar dana yang didapatkan dan juga nilai perusahaan," kata Nadiem.

Video yang dibuat oleh Nadiem pun menjadi bahan pembicaraan netizen di Twitter. Kebanyakan netizen menanggapi tindakan Nadiem dengan komentar negatif. 

"Gabung untuk bela negara, karya anak bangsa. Saat dijadiin bahasa marketing itu rasanya gimana ya?" tulis pemilik akun @PapersBoy di Twitter.

"Masih menunggu Nadiem Makarim melabeli konsumen non gojek nggak nasionalis karena tidak menggunakan produknya," kata pemilik akun @Sesa_Opas.

Sementara itu, pesaing utama Go-Jek, Grab, memang merupakan perusahaan asal Malaysia, tapi, Lippo Group justru menjadi salah satu pemodal dari Grab. Direktur untuk Lippo Group John Riady bahkan mengaku bahwa Lippo merupakan salah satu investor yang melakukan investasi awal untuk Grab.

Di bulan Maret lalu, Lippo Group bahkan mengajak Grab bekerja sama untuk mengembangkan bisnis e-commerce miliknya, yaitu MatahariMall.

Inilah video buatan Nadiem.

 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /