Jaringan 5G untuk Apa? Ini Jawabannya

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 26 Jul 2017 12:37 WIB
huaweitelekomunikasi
Jaringan 5G untuk Apa? Ini Jawabannya
Teknologi 5G disebut akan membawa era baru komunikasi antar perangkat (AFP / JOSEP LAGO)

Metrotvnews.com: Saat ini, sebagian besar kota di Indonesia bisa dikatakan telah memiliki jaringan 4G LTE. Keberadaan jaringan komunikasi nirkabel terkini tersebut memang sangat membantu berbagai kalangan untuk saling berkomunikasi. Manfaatnya juga sangat terasa, memudahkan masyarakat untuk mengakses konten multimedia berkualitas.

Semua orang tahu bahwa setelah 4G bakal ada teknologi 5G. Teknologi tersebut bahkan sudah semakin sering dibahas dan dikatakan akan siap digunakan dalam waktu dekat. Namun, apa manfaat yang bakal dibawa oleh teknologi jaringan baru tersebut?

Menurut Huawei, teknologi 5G akan membawa dunia ke era baru yang memungkinkan perangkat lebih mudah terkoneksi dengan satu dengan lain. Diperkirakan, berkat 5G, di masa depan akan ada pengalaman dan aplikasi baru seperti mobil tanpa kemudi, operasi dari jarak jauh, Virtual Reality (VR), dan hiburan berbasis VR. 

Teknologi 5G dapat memenuhi berbagai skenario aplikasi dengan koneksi antar benda menjadi skenario yang utama, termasuk sistem mengemudi otonom, kendaraan terkoneksi (V2X), pengiriman melalui drone, dan otomasi robot industri.

Bagian terpenting dari koneksi 5G adalah kemampuannya dalam menghadirkan VR dan AI (kecerdasan buatan) yang lebih baik, menghubungkan mesin ke mesin (M2M), dan membawa Internet of Things (IoT) ke tahap selanjutnya.

Selain itu, 5G juga dikatakan akan mampu memberikan dukungan kuat pada perkembangan internet dan memberikan pengalaman Mobile Broadband (MBB) melalui pemenuhan kriteria untuk tingkat spektrum yang tinggi, jumlah koneksi yang banyak, dan latensi yang sangat rendah dengan kisaran 1 mili detik, yang memungkinkan operator untuk memberikan lebih banyak koneksi Mobile Network of Things (MoT).

Meski 5G masih dalam tahap standardisasi, beberapa jaringan pra-komersial akan muncul di dunia global paling cepat pada tahun 2018.

"Sementara untuk Indonesia, perkembangan jaringan ini sudah baik. Indonesia sudah dapat mengadopsi teknologi 5G pada beberapa komponen teknologi LTE yang tersedia. Hal ini dapat membuat jaringan lebih siap untuk mengadopsi evolusi 5G selanjutnya di masa depan," ujar Mohamad Rosidi, Direktur Strategi dan Marketing TIK, Huawei Indonesia.

"Implementasi jaringan ini dapat meningkatkan kualitas jaringan dan menawarkan efisiensi tinggi dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.