Indosat Ooredoo Ingin Transformasi Karyawan, Ini Strateginya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Nov 2018 15:47 WIB
indosattelekomunikasi
Indosat Ooredoo Ingin Transformasi Karyawan, Ini Strateginya
Indosat Ooredoo menerapkan lima langkah untuk melakukan transformasi para orang

Jakarta: Tahun ini adalah tahun yang sulit untuk industri telekomunikasi. Tidak heran, mengingat pendapatan dari layanan SMS dan suara terus turun seiring dengan semakin pentingnya layanan data untuk masyarakat. 

"Tahun 2018 adalah tahun yang sulit untuk kami, faktor eksternal dan internal memengaruhi performa industri telekomunikasi dan kami memang ada di posisi yang challenging," kata Irsyad Sahroni, Director & Chief Human Resources Officer, Indosat Ooredoo.

"Pendapatan kami dari legacy product menurun. Dan industri sangat tergantung pada push practices, yang kalau kita tidak lakukan, kita justru akan ada di posisi sulit."

Pria yang akrab dengan panggilan Irsyad ini mengatakan, langkah pertama untuk menyelesaikan masalah yang ada adalah mengakui adanya masalah itu sendiri.

Indosat Ooredoo merasa, mereka juga memiliki masalah internal yang dapat menurunkan kinerja perusahaan. Untuk mengaasi masalah ini, Indosat Ooredoo akan melakukan transformasi perusahaan yang fokus pada pekerja, proses, dan bisnis. 

Strategi yang digunakan oleh Indosat Ooredoo untuk melakukan transformasi pada karyawannya melibatkan lima langkah.

Pertama, Employee Value Proposition. Pada dasarnya, langkah ini bertujuan untuk membuat karyawan merasa bahwa Indosat adalah perusahaan yang tepat bagi mereka untuk mengembangkan karir. 

Langkah kedua dari rencana ini adalah People Development.

"Bagaimana caranya kita bisa melakukan people development journey yang tepat. Selama ini, pengembangan karyawan adalah inisiatif dari departemen HR," kata Irsyad saat ditemui di Kantor Pusat Indosat, Senin, 12 November 2018.

Dia mengatakan, perusahaan harus fokus pada kayawan karena masing-masing karyawan memiliki kebutuhan yang berbeda. 

Langkah ketiga adalah Leadership Development. "Salah satu kesalahan utama kita adalah berpikir bahwa pengembangan karyawan itu adalah tanggung jawab HR," kata Irsyad. Karena itu, sebagai gantinya Indosaat Ooredoo ingin agar masing-masing manager bertanggung jawab atas anak buah mereka. 

"Kami akan mengembangkan kemampuan kepemimpinan dari para manager, membuat mereka menjadi HR Manager dari tim mereka sendiri. Ini adalah fokus kami tahun ini sampai tiga tahun ke depan."

Poin keempat dari strategi Indosat adalah Reward Strategy. Irsyad mengatakan, indosat berharap mereka akan bisa menjadi perusahaan yang memberikan "reward" terbaik untuk karyawannya. Dan ini bukan berarti mereka akan memberikan gaji paling tinggi.

Menurut Irsyad, perusahaan yang memberikan gaji tinggi justru adalah perusahaan yang kesulitan untuk mempertahankan para pekerja terbaik mereka. 

"Keseluruhan reward preposition yang baik, mulai dari tunjangan medis, bonus jangka pendek, bonus jangka panjang, pengembangan karir, agar semua orang bisa mengembangkan potensi terbaik mereka dan gaji akan secara otomatis mengikuti," kata Irsyad. 

Terakhir, Indosar Ooredoo ingin menjalin hubungan antara manajer dan karyawan yang harmonis.

"Secara keseluruhan, kami ingin membuat hubungan antara para manajer dengan anggota timnya menjadi baik, mendukung untuk orang-orang merasa beta, rela untuk menghabiskan waktu mereka untuk Indosat," kata Irsyad. 

"Kalau kita bisa membuat Indosat Ooredoo sebagai perusahaan yang terpercaya, mereka akan rela untuk menginvestasikan waktunya, komitmen penuh, dan usaha terbaik untuk perusahaan."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.