Empat Tahun, Apa Saja yang Sudah Kominfo Lakukan?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 25 Oct 2018 20:09 WIB
kominfo
Empat Tahun, Apa Saja yang Sudah Kominfo Lakukan?
Menteri Kominfo diapit oleh para Dirjen.

Jakarta: Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah berlangsung selama empat tahun, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar konferensi pers untuk menjelaskan program apa saja yang mereka telah lakukan.

Dalam acara yang diadakan di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa pada awalnya, broadband adalah fokus mereka. 

"Ekosistem broadband terdiri dari NDA, Network (Jaringan), Device (Perangkat) dan Application (Aplikasi)," kata Rudiantara.

"Pada 2015, kami fokus mempercepat peluncuran 4G. Semua pada awalnya mengatakan paling cepat peluncuran pada tahun 2016. Setelah berbicara dengan para operator, akhirnya bisa dirilis pada akhir 2015."

Selain itu, dia juga membahas tentang TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), yang mengharuskan perusahaan smartphone yang hendak menjual ponsel 4G mereka di Indonesia untuk memasukkan konten dalam negeri, baik berupa hardware, software, atau komitmen investasi. Saat ini, TKDN mencapai 30 persen. 

"Apple, karena TKDN, mempunya komitmen investasi di sini," katanya. "Pusat pengembangan Apple hanya ada tiga, yaitu di Brasil, India, dan Indonesia."

Namun, keputusan Kominfo untuk menerapkan TKDN ini juga membuat perusahaan smartphone asing keluar dari Indonesia, seperti OnePlus misalnya. 

Sementara dari segi aplikasi, Rudiantara mengatakan bahwa telah banyak aplikasi buatan Indonesia yang dirilis. Ini berkat berbagai startup yang muncul, seperti Go-Jek di bidang transportasi, HaloDoc di bidang teknologi kesehatan, dan TaniHub di bidang pertanian. 

"Aplikasi berkembang dengan cepat, bagaimana? Karena pengembangan broadband didorong terus," katanya. Namun, dia ingin agar para startup Indonesia ini bisa berkembang dengan benar, melewati tahap inkubasi dan akselerasi.

Pada kesempatan kali ini, dia juga membahas tentang program Next Indonesian Unicorn, yang bertujuan menciptakan startup dengan valuasi lebih dari USD1 miliar baru. Sejauh ini, telah ada empat unicorn asal Indonesia, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. 

"Kami mengenal banyak venture capital, baik global dan nasional. Tapi mereka tidak tahu startup mana yang harus diinvestasikan. Kami juga mengenal banyak startup, tapi tidak tahu siapa venture capital yang tepat. Nah, kami jadi mak comblang," ujar Rudiantara.

Kominfo lalu mengadakan acara untuk mempertemukan perusahaan modal ventura dan startup yang telah dikurasi dan dianggap cocok dengan satu sama lain. 

"Kami juga memfasilitasi pengembangan Sumber Daya Manusia. Itu adalah salah satu kunci utama untuk masuk ke era digital," katanya.

"Pada 2019, kami ingin menciptakan 20 ribu talenta digital. Dari 2018, dari 1.000 talenta digital." Untuk melakukan ini, mereka bekerja sama dengan universitas dan perusahaan teknologi ternama seperti Microsoft dan Cisco. 

"Peran pemerintah kini telah bergeser, dari yang hanya mengurus tentang regulasi, mengurus izin, kini menjadi fasilitator dan akselerator." Rudiantara mengaku, "Regulasi terbaik adalah jumlah regulasi yang lebih sedikit" adalah mottonya. Dia ingin menyederhanakan regulasi dan mengurangi jumlah regulasi. 


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.