Kepolisian Korea Selatan Bagikan Stiker Demi Tutup Kamera Ponsel?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 19 Oct 2018 12:24 WIB
teknologicyber security
Kepolisian Korea Selatan Bagikan Stiker Demi Tutup Kamera Ponsel?
Protes anti-spycam di Korea Selatan. (NBC News)

Jakarta: Hari ini ada protes yang dilakukan oleh ribuan perempuan di Korea Selatan. Mereka memprotes kasus spycam yang marak di sana.

Kasus spycam yang dimaksud adalah pelaku pelanggaran privasi yang diam-diam merekam sebuah video berisi perempuan di tempat umum dan mengunggahnya ke internet. Biasanya, video tersebut difokuskan ke bagian tubuh perempuan.

Lantaran hal ini semakin serius kepolisan di Korea Selatan dikabarkan membagikan stiker atau aksesori penutup kamera yang harus dipasang untuk menutup kamera belakang setiap smartphone, dikutip dari Gizmodo.

Kepolisian di Provinsi Gyeonggi Bukbu kabarnya sudah membagikan 50.000 camera protector secara gratis sebagai bagian kampanye "Ilegal Filming OFF". Mereka mengakui bahwa reaksi masyarakat bermacam-macam, tetapi sejauh ini sangat positif.



Sebagian yang memprotes cara ini dikabarkan beranggapan bahwa hal ini bukan sebuah solusi. Mereka yang tidak setuju ingin  pihak berwenang juga melakukan penyelidikan mendalam dan menjatuhkan hukuman bagi pelaku yang membuat dan menyebarkannya.

Selain itu, stiker yang sifatnya melekat menggunakan lem juga akan membuat pengguna smartphone justru kesulitan menikmati fitur kamera belakang yang selama ini menjadi jualan utama vendor.



Cara ini juga dianggap dapat membuat mereka yang tidak bersalah justru dicurigai sebagai pelaku yang mengambil video tanpa izin di tempat umum. Di bulan Agustus lalu, pihak kepolisian Korea Selatan juga telah membentuk tim khusus untuk setiap fasilitas umum.

Tim ini bertugas mengecek fasilitas umum yang seharusnya steril dari aksi spycam, seperti transportasi publik dan toilet umum. Pihak penyedia fasilitas juga diminta membentuk tim khusus, dan yang tidak melakukannya akan dikenakan sanksi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.