Jelang Pemilu, BSSN Adakan Seminar Keamanan Siber

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 26 Nov 2018 16:11 WIB
cyber security
Jelang Pemilu, BSSN Adakan Seminar Keamanan Siber
Ilustrasi.

Jakarta: Indonesia akan mengadakan pemilihan umum presiden tahun depan. Selain berita palsu atau hoaks, ancaman lain terhadap pemilu adalah serangan siber, seperti virus dan trojan.

Karena itulah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan HoneyNet Project dan Swiss German University untuk mengadakan seminar dan workshop.

Seminar bertema Peningkatan Kemampuan Deteksi dan Koordinasi Insiden Siber Secara Nasional pada Sabtu, 24 November di Prominence Tower, Alam Sutera, Tangerang.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mengajak pegiat dan pakar IT untuk berkolaborasi dalam membangun pusat riset dan database tentang malware.

Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo mengatakan bahwa proyek dengan HoneyNet Indonesia, yang tadinya ada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, kini dibawahi oleh BSSN.



"Kita membangun jejaring di universitas perguruan tinggi untuk project HoneyPot, yaitu membangun pusat riset khusus buat malware. Ini sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Kita berharap ini bisa jadi sebuah proyek nasional," ujar Sulistyo.

Proyek ini bertujuan untuk membuat database untuk mengidentifikasi malware yang menyreang Indonesia. Diharapkan, para ahli akan bisa mengenali indikator gangguna pada perangkat dan juga ciri dari malware.

"Setelah kita tahu struktur malwarenya seperti apa, apa yang dia serang dan ganggu, kita bisa tahu sistim-sistim apa saja yg rentan terhadap malware tersebut. Lalu kita edukasikan ke publik, kita informasikan misalnya hati-hati ada serangan malware A yang berakibat ini dampaknya ABCD dan cara penanganannya," ujarnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.