Universitas Cambridge Bantah Terlibat Skandal CubeYou

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 09 Apr 2018 15:48 WIB
facebookcyber security
Universitas Cambridge Bantah Terlibat Skandal CubeYou
Kasus Cambridge Analytica membuat Facebook semakin terpuruk statusnya sebagai aplikasi media sosial.

Jakarta: Cambridge Analityca bukan satu-satunya firma yang membocorkan dan memanfaatkan data pengguna Facebook.

CubeYou juga diketahui mencuri beragam informasi dan data pengguna Facebook lewat sebuah kuis berjudul "You Are What You Like", yang bisa memprediksi sifat atau kepribadian pengguna berdasarkan informasi mereka di Facebook.

Tentu saja caranya dengan mengizinkan kuis buatan CubeYou mengakses seluruh informasi akun Facebook Anda.

Kini, hal itu memicu perdebatan baru lantaran nama perguruan tinggi University of Cambridge terseret dalam kuis yang diguankan untuk mencuri data pengguna Facebook. Dalam halaman awal registrasi kuis tersebut, CubeYou menyebutkan bahwa kuis tes kepribadian menggunakan metode tes milik University of Cambridge Psychometrics Center.

Psychometrics sendiri merupakan cabang ilmu untuk menilai kepribadian seseorang. Artinya, muncul klaim sepihak dari CubeYou, bahwa mereka bekerja sama dengan universitas ternama dan dalam perjanjian aplikasi tersebut dijelaskan bahwa data mereka digunakan untuk tujuan penelitian akademik non-profit.

Kenyataannya, dikutip dari CNBC, justru CubeYou menggunakan data seluruh pengguna Facebook yang mengisi kuis tersebut kepada pihak ketiga yang merupakan perusahaan atau agensi iklan.

CEO CubeYou Federico Treu memberikan penjelasan bahwa mereka memang bekerja sama dengan University of Cambridge di tahun 2013-2015. Dia mengakui bahwa pada periode tersebut, mereka merekam seluruh data pengguna kuis buatannya. Lewat dari tahun 2015 dia mengklaim sudah tidak melakukannya.

Pihak University of Cambridge Psychometrics Center sudah memberikan tanggapan atas hal ini terkait investigasi CNBC pada CubeYou. Mereka membantah ikut dalam tindakan ilegal tersebut. Pihak kampus hanya menyatakan bahwa mereka bekerja sama dalam pembuatan website.

University of Cambridge Psychometrics Center menyatakan bahwa mereka hanya membantu dalam pembuatan antarmuka situs dimana CubeYou menggunakan model tes kepribadian miliki mereka.

Selain itu, pihak kampus menyatakan bahwa mereka merahasiakan metode analisis tes kepribadian, dan tidak memberikannya kepada CubeYou. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.