AS Ingin Punya Database Media dan Blogger

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 09 Apr 2018 11:17 WIB
media sosialamerika serikat
AS Ingin Punya Database Media dan Blogger
AS ingin kumpulkan data media dan influencer di media sosial.

Jakarta: Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) berencana membuat database untuk melacak lebih dari 290 ribu "media influencer" di seluruh dunia, termasuk media online, blogger dan akun-akun media sosial yang populer.

Melalui sistem ini, DHS bisa mengetahui informasi detail dari pembuat konten (seperti kontak dan perusahaan yang mempekerjakannya) dan mencari orang atau media berdasarkan kategori tertentu seperti lokasi, fokus artikel dan sentimen mereka. 

DHS akan menunggu jawaban atas permintaan mereka pada perusahaan-perusahaan pada 13 April mendatang, lapor Engadget

Ini bukan kali pertama AS mencoba untuk melacak media. Sebelum ini, FBI juga pernah melakukan itu. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa DHS akan mengumpulkan informasi pribadi dan tidak hanya informasi publik. Namun, keberadaan database ini bisa menyebabkan masalah di masa depan.

Memang database ini bisa membantu pemerintah AS untuk tahu sentimen sebuah negara terhadap isu tertentu. Pada saat yang sama, keberadaan database itu bisa digunakan untuk menekan wartawan lokal dan influencer online yang menentang pemerintah. 

Pernyataan DHS yang kurang jelas juga bisa menyebabkan masalah. Mereka memiliki kesempatan untuk mengumpulkan "semua informasi yang relevan" tentang influencer, dan tidak diketahui informasi apa saja yang dianggap relevan.

Apakah informasi itu hanyalah informasi seperti perusahaan-perusahaan tempat seseorang bekerja, atau mereka juga akan mengumpulkan informasi sensitif yng bisa disalahgunakan?


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.