Apple Cari Insinyur Demi Tingkatkan Kemampuan dan IQ Siri

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 01 Apr 2018 10:41 WIB
apple
Apple Cari Insinyur Demi Tingkatkan Kemampuan dan IQ Siri
Apple menambah lowongan pekerjaan terkait dengan teknisi untuk pengembangan Siri.

Jakarta: Apple menyadari ketertinggalan Siri dengan asisten virtual kompetitornya, dan mulai meningkatkan pembukaan lowongan pekerjaan terkait dengan asisten virtualnya.

Pelacak data Thinknum melaporkan sebanyak 161 lowongan pekerjaan terkait Siri diunggah hingga 30 Maret lalu.

Dalam kurun waktu satu bulan, jumlah lowongan pekerjaan di Apple tersebut sebesar 24 persen, dan dalam satu tahun meningkat sebesar 96 persen. Selain itu, 154 dari 161 lowongan pekerjaan tersebut ditujukan sebagai teknisi software. 

Terdapat lima lowongan pekerjaan berjudul Siri - Software Engineer, dan tiga lowongan pekerjaan berjudul Siri - iOS Engineer. Daftar lowongan pekerjaan lain juga diedarkan Apple yaitu Infrastructure Engineers, Machine Learning Engineers dan Natural Language Processing (NLP) Engineers.

Siri mengalami ketertinggalan terkait dengan kemampuan yang dapat dilakukannya untuk pengguna, sedangkan Google Assistant yang menangani lebih dari satu juta tindakan dan Alexa yang menawarkan pengguna lebih dari 25.000 kemampuan.

Selain itu, Siri juga dilaporkan mengalami kesulitan dalam menyuguhkan informasi kepada pengguna. Pada penelitian terbaru, Google Assistant memimpin pada penelitian terkait kemampuan menangani lima kategori yaitu Local, Navigation, Commerce, Information and Command, dan diikuti oleh Alexa, Cortana dan Siri.

Pada tiga kategori terakhir dari lima kategori yang diteliti tersebut, Siri disebut menduduki peringkat terakhir. Hal ini turut mendorong kepercayaan Siri untuk mengubah program asisten virtualnya, guna meningkatkan kemampuan menangani tugas yang dibutuhkan pengguna.

Di saat bersamaan, Apple juga dikabarkan berencana untuk meningkatkan kemampuan Siri agar lebih luwes dalam bercakap-cakap dengan pengguna, serta meningkatkan IQ sehingga Siri dapat berkompetisi pada level yang sama dengan Google Assistant dan Alexa.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.