Samsung Dituduh Langgar Paten Biometrik

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 14 Apr 2018 09:22 WIB
samsung
Samsung Dituduh Langgar Paten Biometrik
Samsung dituntut terkait pelanggaran paten soal pemindai sidik jari.

Jakarta: Samsung mendapatkan tuntutan hukum terkait pelanggaran penggunaan paten dari PACid Technologies.

Perusahaan yang bergerak di ranah teknologi terkait dengan enkripsi ini mengklaim Samsung menggunakan tiga paten biometrik tanpa memiliki lisensi.

Dua dari tiga paten yang didaftarkan di Amerika Serikat, sedangkan paten ketiga didaftarkan di Korea Selatan, dan ketiga paten ini terkait dengan teknologi enkripsi.

Tuntutan hukum tersebut menuduh Samsung menggunakan paten untuk membantunya mengembangkan teknologi pemindai sidik jari, wajah dan iris mata.

Nama ponsel spesifik yang disebutkan dalam tuntutan tersebut termasuk Samsung Galaxy S6, Samsung Galaxy S6 edge, Samsung Galaxy S6 edge+, Samsung Galaxy S7, Samsung Galaxy S7 edge, Samsung Galaxy S8, serta Samsung Galaxy S8+.

PACid Technologies juga mengklaim bahwa ketiga paten yang disebutkannya telah dilanggar oleh layanan manajemen identitas Samsung PASS dan sistem keamanan enterprise mobile Samsung KNOX. Tuntutan hukum tersebut didaftarkan pada 6 April lalu di Texas Eastern District Cout.

Sebagai informasi, PACid dikenal sebagai troll paten, hal yang disampaikan pada halama situs perusahaannya. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa PACid Technologies menuntut ganti rugi USD2,8 miliar (Rp38,4 triliun) dari Samsung.

Sebelumnya, rumor terbaru menyebut bahwa Samsung Galaxy Note 9 akan mengusung baterai berkapasitas 4.000 mAh, lebih besar dari pendahulunya Galaxy Note 8. Samsung Galaxy Note 9 disebut akan berbekal layar berukuran 6,4 inci, dan bukan 6,3 inci.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.