Pemerintah Dorong Semua Operator Konsolidasi

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 16 Apr 2018 16:41 WIB
teknologi
Pemerintah Dorong Semua Operator Konsolidasi
Pemerintah masih mendorong operator untuk melakukan konsolidasi setelah proses refarming jaringan 2,1GHz selesai.

Jakarta: Selesainya proses refarming jaringan 2,1GHz untuk disambut baik oleh pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia.

Namun, pemerintah juga mendorong operator untuk melakukan konsolidasi agar dapat menghadirkan layanan lebih baik bagi konsumen.

"Soal kekurangan frekuensi, saya pastikan setelah ini tak ada yang kurang. Tapi kita masih dorong yang namanya konsolidasi, semua tergantung pada pemegang saham, operator. Pemerintah hanya bertugas untuk menfasilitasi dan mendorong," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait konsolidasi kepada operator seluler, Rudiantara menjamin ketersediaan frekuensi untuk operator yang bersedia melakukan konsolidasi. Pemerintah juga tengah mempersiapkan blok frekuensi tambahan, yang tengah coba dibebaskan.

Rudiantara juga menyebut pemerintah akan menghadirkan dukungannya dengan menyiapkan regulasi guna mengawal dan menjaga proses konsolidasi tersebut berjalan dengan baik. Sebab menurut Rudiantara, konsolidasi perlu dilakukan untuk meningkatkan skala dan daya tawar operator.

Hal tersebut akan menyebabkan biaya akuisisi lebih rendah, dan memberikan dampak menguntungkan bagi konsumen secara langsung.

Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada operator turut menyebabkan Kemenkominfo sebagai pemerintah tidak dapat menentukan batas akhir waktu hingga konsolidasi ini terwujud.

Konsolidasi ini juga disebut Rudiantara terkait dengan kepentingan bisnis dari masing-masing operator, dan pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo, tidak memiliki kapasitas untuk turut campur tangan dalam keputusan terkait bisnis operator tersebut.

Sebagai informasi, keinginan pemerintah agar hanya sebanyak tiga atau empat operator seluler yang beroperasi di Indonesia, telah diumumkan sejak beberapa tahun belakangan.

Keinginan tersebut didorong oleh persaingan ketat antar operator, yang mengakibatkan masing-masing operator cenderung mendapatkan keuntungan berjumlah sedikit.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.