Oppo Find X, Kecurangan Kedua Setelah Oppo F7

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 02 Oct 2018 16:53 WIB
oppo
Oppo Find X, Kecurangan Kedua Setelah Oppo F7
Oppo F7.

Jakarta: Hasil pengujian performa atau skor yang ditampilkan dari aplikasi benchmark umumnya digunakan sebuah merek smartphone sebagai daya pikat.

Skor tersebut menjadi bukti bahwa smartphone memiliki performa baik. Beberapa tahun lalu, Samsung dan OnePlus ketahuan mencurangi aplikasi benchmark. Beberapa minggu lalu Huawei dan kini Oppo.

Tim TECH2 menemukan bahwa Oppo kembali melakukan kecurangan pada smartphone premium mereka.

Di bulan Mei lalu, seorang blogger asal Vietnam mengungkap bahwa Oppo F7 mencurangi hasil pengujian aplikasi benchmark Antutu. Hasil performanya disebut meningkat melampaui batas saat hanya menjalankan aplikasi benchmark.

Keganjilan ini ditemukan juga lantaran hasil performa Oppo F7 yang menggunakan prosesor MediaTek Helio P60 bisa mengalahkam smartphone lain yang prosesornya dikenal setingkat atau dua tingkat lebih tinggi.

Saat itu, Oppo Indonesia membantah informasi tersebut. Seperti yang disampaikan PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto pada acara peluncuran Oppo F7 Youth. Dia menyatakan bahwa mereka punya teknologi yang meningkatkan performa khusus saat pengujian, sehingga bukan sebuah kecurangan. 

"Di Oppo F7, ada Neuro Pilot. Itu teknologi baru yang berfungsi untuk menaikan performa secara otomatis. Jadi waktu diuji, grafiknya naik turun karena otomatisasi itu. Teknologi ini baru ada di Oppo F7, di perangkat lain belum ada yang bisa otomatis," ujar pria yang akrab disapa Aryo ini beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui bahwa Neuro Pilot merupakan teknologi milik MediaTek yang ditanamkan pada P60. Di situs resmi MediaTek, disebutkan Neuro Pilot berisi teknologi kecerdasan buatan untuk mengenali sumber daya smartphone dan meningkatkannya saat dibutuhkan.

Pada pengujian Medcom.id terhadap Samsung Galaxy Note 9 setelah rilis, ditemukan keganjilan skor PCMark Work 2.0. Angka pengujian PCMark Work 2.0 yang dihasilkan Samsung Galaxy Note 9 (5.472 poin) kalah dari Oppo F7 (7.685 poin).



Pengujian PCMark Work 2.0 dilakukan untuk mengetahui kemampuan multitasking smartphone. Grafik pengujian PCMark Work 2.0 Oppo F7 memperlihat performanya stabil di titik tertinggi, dan tidak stabil mendekati akhir pengujian.

Usai pengujian, Oppo F7 langsung terasa lambat saat digunakan mengesankan bahwa smartphone habis dipaksa bekerja keras.

Sejatinya, kinerja dan instruksi prosesor akan menyesuaikan pengujian, seperti pada Galaxy Note 9. Ini karena aplikasi menyediakan beberapa skenario untuk melihat performa ponsel secara keseluruhan. 

Kembali ke penemuan kecurangan oleh blogger Vietnam, hasil skor Antutu Oppo F7 sebesar 139.475 poin malah bisa menaklukan smartphone lain, seperti Xiaomi Redmi 5 Plus dengan Snapdragon 625, Redmi Note 5 Pro dengan Snapdragon 636 dan bahkan Mi 6X yang ditenagai oleh Snapdragon 660.

Temuan tersebut juga diberitakan oleh TECH2 yang kini menemukan kecurangan di Oppo Find X. Hasil skor pengujian aplikasi 3DMark versi publik tercatat lebih tinggi dari aplikasi yag sama versi private.

Aplikasi 3DMark versi publik disebut adalah aplikasi yang tersedia di Google Play Store, sementara versi private adalah yang disediakan langsung oleh UL Benchmark, pengembang aplikasi untuk bisa diperdalam lagi pengujiannya.

Pada pengujian pada aplikasi versi publik Oppo Find X mencatatkan skor 4575,67 poin sementara di pengujian aplikasi versi private diperoleh skor 3344,33 poin.

Hal ini mengejutkan karena Oppo Find X adalah smartphone premium yang berani dibanderol Rp12.500.000. Ia bersaing dengan Samsung Galaxy S9 dengan menjagokan desain kamera yang unik. Sayangnya, bodi Oppo Find X sangat rapuh.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.