Jeff Bezos Ingin Jadikan Bulan Sebagai Pusat Manufaktur

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 29 May 2018 16:32 WIB
antariksa
Jeff Bezos Ingin Jadikan Bulan Sebagai Pusat Manufaktur
Blue Origin ingin menjadikan Bulan sebagai pusat manufaktur.

Jakarta: Jeff Bezos memiliki rencana besar terkait Bulan. Dengan usaha keras, satelit bisa dijadikan platform untuk mengembangkan industri luar angkasa.

Idealnya, rencana ini direalisasikan dengan bantuan badan luar angkasa seperti NASA, ESA dan organisasi lain. Namun, tampaknya Blue Origin, perusahaan eksplorasi luar angkasa milik Bezos, siap untuk membangun industri luar angkasa sendiri.

Dalam Space Development Conference yang diadakan di Los Angeles, Bezos membahas tentang rencananya untuk menjadikan Bulan sebagai pusat industri berat. Menurutnya, hal ini akan membantu kita untuk menghemat sumber daya di Bumi, lapor TechCrunch. 

"Di masa depan yang tidak terlalu jauh -- saya membahas sekitar puluhan tahun, mungkin 100 tahun lagi," kata Bezos.

"Kita bisa melakukan hal-hal yang bisa kita lakukan di Bumi di luar angkasa dengan lebih mudah, karena kita punya energi dalam jumlah besar. Kita harus meninggalkan planet ini. Karena kita harus meninggalkannya dan ini akan membuat planet Bumi menjadi lebih baik."

Memang, tetap ada banyak material yang harus diambil di Bumi karena tidak tersedia di Bulan. Namun, Bezos percaya bahwa melakukan manufaktur di Bulan adalah hal yang sangat masuk akal. 

Di Bulan, terdapat sinar matahari sepanjang hari yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya, juga terdapat air yang tersimpan di bawah permukaan Bulan serta bebatuan. "Seolah-olah ada seseorang yang sudah mengatur semua ini untuk kita," katanya. 

Bezos telah mengajukan proposal kerja sama antara Blue Origin dan NASA untuk membuat tempat pendaratan di Bulan untuk menguji kemungkinan melakukan manufaktur dan membuat tempat tinggal di Bulan. Tempat pendaratan ini akan dapat mengirimkan muatan seberat lima ton ke permukaan Bulan.

Sayangnya, saat ini, semua rencana Bezos masih bersifat spekulatif. Sekarang, roket Blue Origin juga baru hanya bisa melakukan penerbangan suborbital. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.