Pengadilan Belanda Bolehkan Samsung tak Perbarui Software

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 02 Jun 2018 10:12 WIB
samsung
Pengadilan Belanda Bolehkan Samsung tak Perbarui Software
Pengadilan di Belanda memenangkan Samsung pada tuntutan hukum terkait dengan update software.

Jakarta: Pengadilan di Belanda memenangkan Samsung pada tuntutan hukum terkait dengan pembaruan software kepada perangkat karyanya.

Pada tahun 2016 lalu, Consumentenbond, organisasi non-profit yang membantu konsumen di Belanda, menyebut Samsung harus menyediakan update kepada perangkatnya.

Consumentenbond menuntut update selama empat tahun sejak perangkat baru diluncurkan, atau dua tahun setelah ponsel tersedia di pasar. Organisasi ini kemudian mendaftarkan tuntutan hukum terhadap perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Posisi Samsung selama peradilan tersebut yaitu bahwa dalam sejumlah kasus, perusahaannya menyediakan update tidak lama dari empat tahun, namun hanya untuk model high-end karyanya. Tuntutan ini dibatalkan akibat kerumitannya, namun kembali didaftarkan pada akhir tahun yang sama.

Pengadilan menyebut bahwa karena klaim ini terkait dengan tindakan di masa depan, maka mereka tidak dapat dibatalkan.

Sebagai contoh, jika permasalahan dengan perangkat Samsung muncul setelah peluncurannya, hardware yang terlibat mungkin memiliki masalah yang mencegahnya menerima update. Hal ini menjadi alasan pendukung keputusan pengadilan.

Samsung memang menjadikan update software selama dua tahun untuk ponsel baru yang dibeli di Belanda, dan menambahkan bahwa perusahaannya menyediakan update ini pada kerangka waktu yang masuk akal.

Produsen tersebut menyebut bahwa sebelum mendistribusikan update, perusahannya harus memastikan bahwa ponsel masih kompatibel dengan software yang tengah diujinya.

Setelah keputusan tersebut diumumkan, perwakilan Consumentenbond menyebut bahwa Samsung memilih menghadirkan banyak model ke pasar. Sementara itu, lanjut perwakilan Consumentenbond, tidak ada pihak yang memaksanya untuk melakukan hal tersebut.

Pewakilan Consumentenbond turut menyebut bahwa produsen automobile juga harus memastikan bahwa seluruh modelnya aman dan dapat diandalkan hingga jangka waktu lama. Kewajiban ini dinilai juga dimiliki oleh Samsung.

Organisasi ini menambahkan bahwa dengan mendaftarkan tuntutan hukum terhadap Samsung, lembaganya mencapai suatu prestasi. Perwakilan organisasi ini menyebut selama proses persidangan, Samsung telah mengambil sejumlah langkah untuk menyediakan informasi yang lebih baik kepada konsumen.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.