Ignition Jakarta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Gelombang Kedua Digelar

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 29 Aug 2016 08:36 WIB
digitalnkri
Ignition Jakarta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Gelombang Kedua Digelar
Azhar Hasyim, Direktur E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kembali menghelat fase ignition gelombang kedua di Balai Sidang Universitas Indonesia, Minggu (28/8/16). Fase ini diisi oleh sejumlah pembicara dan diikuti oleh 250 peserta.

"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung gerakan ini, karena menjadi salah satu cara pemerintah dalam memenuhi target 100 startup di Indonesia. Juga sebagai cara untuk membantu UKM dengan produk yang potensial untuk merambah ranah digital atau online," ujar Direktur E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Azhar Hasyim.

Pada fase ignition kedua ini terbagi menjadi lima sesi, yang bertujuan untuk mengedukasi calon startup agar memiliki wawasan yang memadai serta kesiapan diri untuk pengembangan startup yang akan dibangun. Sesi tersebut diisi di antaranya oleh Andreas Sanjaya, CEO iGrow, Hengky Prihatna Country Industry Head Google, dan Yuka Harlanda, CEO Brodo.

Selain itu, fase ignition difokuskan untuk mengubah pola pikir pada pelaku startup baru yang sering kali terbentur pada ketakutan akan kegagalan akibat kelemahan yang dimilikinya.

Pelaku startup baru ini juga dinilai tidak dapat bergerak sendiri dan memerlukan serta dukungan dari segenap pelaku ekosistem untuk dapat menciptakan inovasi.

Ignition kedua di Jakarta ini juga ditujukan sebagai sarana founder startup memaksimalkan potensi mereka, serta untuk memperoleh jaringan sebanyak mungkin yang dibutuhkan. Sementara itu, fase ini juga diharapkan Bekraf untuk dapat membantu memicu keinginan anak muda Indonesia berkeinginan memberikan solusi untuk berbagai permasalahan melalui ranah digital.

Penyelenggaraan Gerakan Nasional 100 Startup Digital ini juga berdasar pada data yang dilansir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Data tersebut mengungkap technopreneur di Indonesia sejak tahu 2014 tidak mengalami perkembangan signifikan.

Kemenkominfo mencatat terdapat 1,56 technopreneur dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia saat ini. Angka ini dinilai lebih rendah dibandingkan dengan jumlah technopreneur di Singapura yang mencapai 7 persen dari total populasi, sementara Tiongkok dan Jepang mencapai 10 persen.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.