Bernilai Lebih dari Rp13,3 Triliun, Traveloka Ikut Jejak Grab dan Go-Jek

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 29 Jul 2017 14:16 WIB
startup
Bernilai Lebih dari Rp13,3 Triliun, Traveloka Ikut Jejak Grab dan Go-Jek
Ilustrasi. (Getty Images)

Metrotvnews.com: Expedia kini semakin fokus pada bisnisnya di Asia Tenggara setelah menanamkan investasi sebesar USD350 juta (Rp4,7 triliun) di Traveloka, portal perjalanan online asal Indonesia. 

Narasumber TechCrunch yang tahu tentang perjanjian ini mengonfirmasi bahwa investasi terbaru tersebut membuat Traveloka memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar (Rp13,3 triliun). Itu artinya, Traveloka kini ada di level yang sama seperti Grab, Sea (yang dulunya dikenal dengan nama Garena), Go-Jek dan Lazada, yang merupakan startup unicorn di kawasan Asia Tenggara. 

Expedia berkata, mereka telah membeli saham "minoritas" di Traveloka. Selain menanamkan investasi, Expedia juga menyebutkan, Traveloka telah berhasil mendapatkan kucuran dana ekstra sebesar USD150 juta (Rp2 triliun) dari investor lain, termasuk East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com dan Sequoia Capital.

Traveloka didirikan pada 2012. Kini, portal tersebut melayani masyarakat dari 6 negara yang menjadi pasar utama di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Filipina. Startup tersebut berhasil mendapatkan pendanaan awal dari East Ventures dan Global Founders Capita. Namun, pendanaan yang terakhir mereka dapatkan adalah pada 2013. 

Selain mendapatkan dana, Traveloka kini juga bekerja sama dengan Expedia untuk menyediakan akomodasi hotel internasional di luar Asia ke platform miliknya. 

Asia Tenggara memiliki populasi 600 juta orang, dengan pengguna internet dan smartphone yang terus bertambah, menjadikannya sebagai kawasan yang sangat menarik bagi pelaku bisnis teknologi. Pada 2016, sebuah laporan yang dibantu dibuat oleh Google memperkirakan, ekonomi internet kawasan tersebut akan naik 6,5 kali lipat, dari USD31 miliar (Rp413,3 triliun) pada 2015 menjadi USD197 miliar (Rp2.626,4 triliun) pada 2025. 

Travel diperkirakan akan menyumbangkan 45 persen dari angka tersebut. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.