Dari Makanan Sampai Pulsa, Orang Makin Suka Belanja Online

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 07 Sep 2017 09:37 WIB
e-commerce
Dari Makanan Sampai Pulsa, Orang Makin Suka Belanja Online
Shopback mengumumkan hasil survei menyebut aktivitas belanja online meniingkat namun tingkat kepuasan menurun.

Metrotvnews.com, Jakarta: Shopback mengumumkan hasil survei yang dilakukannya terkait dengan perilaku belanja online dan persepsi konsumen terhadap e-commerce.

Survei menyebut sejumlah konsumen mengeluhkan ketidakpuasan kualitas layanan e-commerce yang tidak setinggi tahun sebelumnya, meski kian mengandalkan e-commerce dalam berbelanja.

Dari survei tersebut diketahui, sebanyak 92,3 persen konsumen mengatakan aktivitas belanja online mereka di tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebanyak 83 persen konsumen juga mengaku telah mengurangi aktivitas belanja di toko tradisional.

Survei tersebut turut menunjukan bahwa dalam waktu satu bulan, frekuensi rata-rata belanja online konsumen mencapai lima kali. Hal ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil survei Shopback pada tahun lalu, dengan frekuensi rata-rata sebanyak satu hingga dua kali dalam satu bulan.

Tidak lagi sekadar berbelanja busana atau perangkat elektronik, kategori produk yang semakin banyak dicari dan dibeli konsumen di e-commerce turut meluas. Pada surveinya, Shopback menyebut pulsa seluler menjadi kategori produk yang paling sering dibeli di e-commerce, dengan persentase 58 persen.

Pulsa seluler tersebut berhasil mengungguli dua kategori yang sebelumnya menjadi kategori terlaris, yaitu fesyen dengan persentase 55,8 persen dan gadget dengan persentase 49,8 persen. e-commerce juga kian dimanfaatkan untuk transaksi kebutuhan sehari-hari seperti untuk membayar tagihan listrik (35,5 persen) dan jasa transportasi online (83 persen).

Peningkatan aktivitas tersebut nyatanya tidak dibarengi oleh peningkatan atau kestabilan tingkat kepuasan yang dirasakan konsumen. Survei ini menyebut bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap e-commerce pada tahun ini sebesar 86 persen, menurun dari tahun lalu sebesar 98 persen.



Selain itu, sebanyak 21 persen konsumen menyatakan kejenuhannya terhadap layanan dan promosi yang ditawarkan pelaku e-commerce selama ini. Sebanyak 43 persen konsumen menyebut memiliki pengalaman kurang baik saat berbelanja online, karena tidak sesuai dengan foto yang diunggah ke situs (62,9 persen), harga dinaikan sebelum didiskon (57,7 persen, harga diskon tidak akurat (33,3 persen) dan barang rusak saat diterima (30 persen).

Sementara itu, survei juga menemukan bahwa minat belanja online konsumen pada kategori produk kebutuhan sehari-hari serta makanan pokok masih rendah, yaitu sebesar 36 persen. Shopback berharap temuan yang disuguhkan survei tersebut dapat menjadi masukan bagi pelaku e-commerce di Indonesia dalam terus berinovasi menciptakan pendekatan baru yang lebih segar guna makin memperkuat kepercayaan masyarakat.


(MMI)

Video /