Snapchat Beli Startup Demi Cegah Pesaing Tiru Fitur

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 23 Jul 2017 15:07 WIB
media sosialsnapchat
Snapchat Beli Startup Demi Cegah Pesaing Tiru Fitur
Snapchat akan mempersulit pesaingnya meniru fitur mereka. (shutterstock)

Metrotvnews.com: Diam-diam, Snap Inc., perusahaan induk Snapchat, telah mengakuisisi sebuah tim yang mengkhususkan diri dalam menyediakan perlindungan dari reverse engineering atau rekayasa balik, yaitu proses penemuan prinsip-prinsip teknologi dari suatu perangkat, objek, atau sistem melalui analisis strukturnya, fungsinya, dan cara kerjanya.

Sebelum menjadi bagian dari Snapchat, Strong.Codes membuat software yang akan mencegah sebuah produk dibongkar oleh pihak lain yang ingin mempelajari cara untuk meniru atau membuat produk tersebut. Engadget menyebutkan, proses rekayasa balik bukanlah sesuatu yang asing bagi Snap, yang sebelum ini telah mengaku sadar adanya risiko media sosial lain meniru fitur-fitur pada Snapchat. 

Risiko itu menjadi nyata ketika Facebook meniru fitur "story" dari Snapchat ke media sosial dan aplikasi messaging mereka, mulai dari Instagram hingga WhatsApp. Fiturnya ditiru bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi oleh Snap. Terkadang, ada aplikasi yang meniru Snapchat persis, seperti Snow dari Korea Selatan. 

Dalam laporan keuangan pertama Snap pada bulan Mei, Co-founder Snapchat, Evan Speigel berkata, "Jika Anda ingin menjadi perusahaan yang kreatif, Anda harus bersiap menghadapi fakta bahwa orang-orang akan meniru produk Anda jika Anda sukses membuat sesuatu yang hebat."

Meniru mungkin adalah salah satu bentuk pujian dan selalu ada kemungkinan para pesaing Snapchat meniru produknya tanpa melakukan rekayasa balik. Namun, dengan akuisisi ini, Snap telah mempersulit para pesaingnya untuk meniru fitur yang merek tawarkan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.